Penjahat Keuangan Tak Pandang Bulu, Guru Besar Jadi Korban

JAKARTA (Realita)- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kembali mengingatkan agar masyarakat selalu waspada terhadap kejahatan keuangan dan scam.

Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar mengatakan, pelaku kejahatan scam tidak pandang bulu dalam menjebak mangsanya.

Mahendra mengungkapkan, dalam agenda pengembalian dana kepada para pihak yang menjadi korban scam pada 21 Januari 2026, salah satu penerimanya adalah guru besar perguruan tinggi.

Menurutnya, dari segi pendidikan tentunya memiliki pendidikan yang tinggi. Namun, korban scam saat ini bisa dialami oleh siapa saja bahkan pejabat negara.

"Saya menyampaikan kepada beliau bahwa Bapak bukan guru besar satu-satunya yang sudah menjadi korban, karena saya juga kenal guru besar lain yang persis terkena korban itu," ujarnya dalam rapat kerja dengan Komisi XI di Gedung DPR RI Jakarta, Kamis (22/1/2026) kemarin.

Mahendra menuturkan, yang menjadi modus operandi scam tersebut bukan terkait profesi dan tingkat pendidikan, melainkan usia korban yang sudah menginjak usia lanjut.

"Karena cukup lanjut sehingga kemampuan untuk pemahaman mengenai teknologi dan pemanfaatannya menjadi kerawanan tersendiri dan menjadi sasaran bagi para pihak," ucapnya.

Sebagai informasi, OJK bersama para perbankan menyerahkan dana sebesar Rp161 miliar kepada masyarakat korban penipuan yang melapor ke Indonesia Anti Scam Centre (IASC).

OJK juga telah menandatangani perjanjian kerja sama (PKS) dengan Bareskrim Polri. Kerja sama itu berupa mekanisme pelaporan polisi secara online untuk setiap laporan masyarakat yang masuk di (IASC).

Adapun perbankan yang turut hadir dalam acara ini adalah PT Bank Maybank Indonesia Tbk. (BNII), PT Bank UOB Indonesia, PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI), PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BRIS), PT Bank OCBC NISP Tbk. (NISP), PT Allo Bank Indonesia Tbk. (BBHI), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI), PT Bank Seabank Indonesia, PT Bank CIMB Niaga Tbk. (BNGA), PT Bank Danamon Indonesia Tbk. (BDMN), PT Bank Permata Tbk. (BNLI), dan PT Bank Sinarmas Tbk. (BSIM).in

Editor : Redaksi

Berita Terbaru