Wali Kota Eri Minta BPK Telusuri Penyelewengan Program Beasiswa

SURABAYA (Realita)- Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, meminta bantuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk menelusuri temuan penyelewengan program bantuan Beasiswa Pemuda Tangguh yang dinikmati anak pejabat, hari Kamis (22/1/2026) kemarin.

Ia menyampaikan, bahwa bantuan beasiswa yang diduga bocor dimanfaatkan oleh anak pejabat ini harus segera dilakukan evaluasi, karena termasuk sebuah pelanggaran.

“Dari situlah saya meminta untuk BPK melakukan pemeriksaan, hal ini di tahun-tahun sebelumnya,” ujar Eri.

Eri juga menegaskan, seluruh petugas maupun pejabat yang terlibat dalam seleksi penjaringan program Beasiswa Pemuda Tangguh harus diperiksa. Hal ini penting, karena program tersebut hanya diperuntukkan bagi mereka mahasiswa yang kurang mampu dan berprestasi.

“Saya minta ini, saya suruh periksa. Semuanya mulai pejabatnya, yang memasukkan data, periksa semua,” jelasnya.

“Saya bilang jangan menggunakan dan jangan main-main dengan anggaran rakyat. Ini gawe wong miskin,” tambahnya.

Ia juga menyampaikan, bahwa perkara pemangkasan nilai bantuan Uang Kuliah Tunggal (UKT) di perguruan tinggi menjadi Rp2,5 juta ini karena dipengaruhi oleh faktor temuan adanya susupan anak pejabat tersebut. Meski demikian, kepada penerima manfaat beasiswa dari keluarga miskin atau pra sejahtera, Eri menjamin akan mengcover full UKT mereka.

“Kalau mereka ini semua masuk dalam keluarga prasejahtera enggak usah khawatir. Datang kepada Pemerintah Kota Surabaya sesuai dengan data kami, maka saya sama sampaikan kepada rektor untuk mereka tetap kuliah gratis,” pungkasnya.ty

Editor : Redaksi

Berita Terbaru