BOJONEGORO (Realita) - Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jawa Timur melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) Balai Latihan Kerja (BLK) Bojonegoro resmi bekerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan Bojonegoro untuk perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi seluruh peserta pelatihan kerja di Kabupaten Bojonegoro.
Perjanjian kerja sama (PKS) tersebut ditandatangani saat pembukaan Pelatihan Tahap 1 2026, Senin (9/2). Selain itu dilakukan pula penyerahan simbolis kartu BPJS Ketenagakerjaan kepada perwakilan peserta pelatihan kerja.
Pelatihan Tahap I 2026 ini pembuatan roti dan kue, practical office advance, operator forklift, dan pipe welder SMAW 6G. Kegiatan ini dibuka langsung oleh Kepala Disnakertrans Jatim, Sigit Priyanto. Turut hadir dalam kegiatan ini di antaranya Kepala Bakorwil PP II Bojonegoro, Tri Wahyuni Liswati.
Dalam sambutannya, Kepala Disnakertrans Jatim Sigit Priyanto mengatakan, pelatihan ini menandakan pentingnya peningkatan kompetensi berbasis kebutuhan industri guna menekan angka pengangguran dan meningkatkan daya saing tenaga kerja Jawa Timur.
Dia menegaskan, kerja sama lintas sektor dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia serta penguatan perlindungan tenaga kerja penting dilakukan. "Seluruh peserta pelatihan tahap 1 mendapatkan perlindungan program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) BPJS Ketenagakerjaan selama masa pelatihan berlangsung," ujarnya.
"Melalui kegiatan ini diharapkan lahir tenaga kerja yang tidak hanga kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki perlindungan sosial ketenagakerjaan sebagai bentuk kepedulian terhadap keselamatan dan kesejahteraan peserta," jelas Sigitm
Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Bojonegoro, Fadlila Utami, mengatakan, pelatihan kerja bukan sekadar proses belajar keterampilan, tetapi merupakan investasi masa depan. Di tengah tantangan dunia kerja yang semakin kompetitif, peningkatan kompetensi menjadi kunci utama agar tenaga kerja kita mampu bersaing, baik di tingkat lokal, nasional, maupun global.
"Kami mengapresiasi langkah UPT BLK Bojonegoro yang terus menghadirkan program pelatihan berbasis kebutuhan industri, seperti Pembuatan Roti dan Kue, Practical Office Advance, Operator Forklift, dan Pipe Welder SMAW 6G. Program-program ini sangat relevan dengan kebutuhan pasar kerja saat ini," tutur Dila, sapaannya.
Dia menegaskan, pentingnya perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi peserta pelatihan kerja. "Melalui program BPJS Ketenagakerjaan, para peserta pelatihan mendapatkan perlindungan selama menjalani proses pembelajaran. Ini adalah bentuk nyata kehadiran negara dalam memberikan rasa aman dan perlindungan kepada calon tenaga kerja," lanjutnya.
"Kami berharap para peserta dapat mengikuti pelatihan ini dengan penuh semangat, disiplin, dan tanggung jawab. Jadikan kesempatan ini sebagai batu loncatan untuk meraih masa depan yang lebih baik," pungkas Dila. gan
Editor : Redaksi