Mobil Kas Keliling Bank Madiun, Strategi Jemput Bola Tingkatkan Transaksi dan Kepercayaan Masyarakat

MADIUN (Realita) - Bank Madiun terus berinovasi dalam mendekatkan layanan kepada masyarakat.

Salah satu strategi yang dilakukan adalah menghadirkan operasional mobil kas keliling yang menyasar pusat keramaian, fasilitas publik, hingga berbagai lokasi strategis di wilayah Kabupaten Madiun.

Direktur Utama Bank Madiun, Velly Murdianto, dalam keterangannya menjelaskan bahwa mobil kas keliling tersebut dirancang layaknya kantor kas berjalan dengan layanan yang lengkap dan terintegrasi secara online.

“Semua layanan bisa kami layani secara real time dan online. Intinya, ini adalah layanan kantor kas, tetapi dalam bentuk mobile sehingga lebih mudah dijangkau masyarakat,” ujar Velly, Rabu (11/2/2026).

Menurutnya, Mobil kas keliling Bank Madiun menyediakan berbagai layanan perbankan dan pembayaran. Mulai dari pembayaran pajak kendaraan bermotor, Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), hingga layanan multi payment seperti pembelian paket data dan pembayaran berbagai tagihan lainnya.

Selain fokus pada produk utama seperti simpanan dan pinjaman, Bank Madiun juga memperkuat lini layanan pembayaran. Menurut Velly, kebutuhan masyarakat terhadap layanan pembayaran saat ini semakin tinggi.

“Sekarang bahkan toko-toko modern pun menyediakan layanan multi payment. Kami tentu tidak ingin kalah dalam hal pelayanan,” tambanya.

Lebih jauh, Velly juga mengatakan bahwa dengan sistem yang sudah terhubung secara online, masyarakat dapat langsung melakukan transaksi di lokasi tanpa harus datang ke kantor kas atau kantor Samsat untuk pembayaran pajak kendaraan.

Selain itu, mobil kas keliling Bank Madiun juga rutin hadir dalam kegiatan Bahana Bersahaja Kabupaten Madiun, yakni agenda pertemuan kepala daerah bersama masyarakat di berbagai desa. 

Kehadiran Bank Madiun dalam kegiatan tersebut dinilai efektif untuk meningkatkan eksistensi sekaligus menjadi sarana publikasi langsung kepada masyarakat.

“Kami hadir secara langsung, dekat, dan bisa langsung mengeksekusi layanan. Kecuali untuk kredit yang memang tetap melalui proses pengajuan dan analisis di kantor kas,” jelas Velly.

Ia menambahkah bahwa pembayaran pajak kendaraan bermotor menjadi layanan yang paling banyak diminati setiap kali mobil kas keliling hadir di desa lokasi kegiatan Bahana Bersahaja. Masyarakat bisa memanfaatkan momentum tersebut untuk memenuhi kewajiban pajak tanpa harus bepergian jauh.

Namun demikian, tidak sedikit pula warga yang memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berkonsultasi mengenai produk tabungan, kredit, hingga deposito.

“Dalam satu kesempatan, berbagai kebutuhan perbankan bisa terakomodasi. Jadi bukan hanya soal pembayaran pajak saja,” imbuhnya.

Velly mengatakan keberadaan mobil kas keliling dinilai cukup efektif dalam mengenalkan sekaligus mendekatkan Bank Madiun kepada masyarakat. Secara visual, kendaraan operasional tersebut menarik perhatian dan menjadi simbol kehadiran bank milik daerah yang siap melayani langsung di tengah masyarakat.

Karena seluruh layanan telah terhubung secara online, proses transaksi dapat dilakukan secara cepat, aman, dan transparan. Hal ini secara tidak langsung turut meningkatkan kepercayaan dan ketertarikan masyarakat terhadap layanan Bank Madiun.

“Hal ini tentu meningkatkan kepercayaan dan ketertarikan masyarakat terhadap layanan kami,” tutup Velly.

Bank Madiun merupakan perusahaan pelat merah milik Pemerintah Kabupaten Madiun. Sebelumnya, lembaga keuangan ini berbentuk Perusahaan Umum Daerah (Perumda) dengan nama Perumda Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Bank Daerah Kabupaten Madiun.

Seiring adanya regulasi baru, badan hukum Bank Madiun kini telah bertransformasi menjadi Perseroan Daerah. Perubahan tersebut diharapkan mampu memperkuat tata kelola perusahaan, meningkatkan daya saing, serta memperluas ruang gerak dalam pengembangan layanan kepada masyarakat.

Dengan berbagai inovasi layanan, termasuk operasional mobil kas keliling, Bank Madiun menegaskan komitmennya untuk terus hadir lebih dekat, responsif, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat Kabupaten Madiun. Yw

Editor : Redaksi

Berita Terbaru