Sidang Narkotika, Hakim Sentil Aparat: Mengapa Bandarnya Tak Pernah Ditangkap?

SURABAYA (Realita)— Sidang perkara narkotika dengan terdakwa Akbar digelar di Pengadilan Negeri Surabaya, Senin (30/3/2026). Agenda persidangan menghadirkan saksi dari Badan Narkotika Nasional (BNN) Jawa Timur. Namun pemeriksaan saksi justru memunculkan pertanyaan serius mengenai pola penindakan yang selama ini dijalankan aparat.

Di hadapan majelis hakim yang dipimpin Nurkholis, saksi mengaku sama sekali tidak mengenal terdakwa sebelum penangkapan. Identitas Akbar baru diketahuinya saat operasi dilakukan.
“Saya tidak kenal terdakwa. Kenalnya saat penangkapan,” ujar saksi.

Pengakuan ini menjadi pemicu kritik tajam dari hakim terhadap pola kerja aparat dalam memberantas peredaran narkotika. Nurkholis menilai bahwa aparat kerap hanya menyentuh lapisan bawah jaringan, sementara bandar besar tetap tidak tersentuh.
“Saya mohon kalau menangkap, sekalian dengan bandarnya. Kalau seperti ini terus, terdakwa seolah-olah hanya menjadi korban,” tegasnya.

Menurut Nurkholis, pola penindakan yang berulang kali hanya menyasar pengedar kecil menunjukkan adanya persoalan struktural yang tidak pernah dibenahi. Ia menyatakan belum pernah melihat bandar besar narkotika benar-benar dibawa ke ruang sidang. “Berantas sampai ke bandarnya. Selama saya jadi hakim, tidak pernah bandarnya tertangkap. Kasihan anak-anak Indonesia. Jangan hanya pengedar yang dikorbankan, sementara bandarnya enak-enakan,” ujarnya.

Hakim kemudian menanyakan status terdakwa kepada saksi.
“Akbar ini bandar atau pengedar?” tanya Nurkholis.
“Pengedar, Yang Mulia,” jawab saksi.

Jawaban itu semakin menguatkan kritik hakim bahwa upaya BNN maupun aparat lain dalam memutus rantai peredaran narkotika berhenti pada level yang paling mudah ditangkap, bukan pada pusat kendali yang sesungguhnya.

Dalam sidang juga terungkap bahwa barang bukti yang diamankan hanya dua klip sabu seberat nol koma sekian gram.yudhi

Editor : Redaksi

Berita Terbaru

Pertamax Diisukan Naik Jadi Rp 17.850

JAKARTA (Realita)- Beredar di media sosial tangkapan layar paparan terkait perubahan harga BBM subsidi dan nonsubsidi akibat gejolak krisis minyak …