Akses TPA Klotok Ditutup, Sampah Menumpuk, Kota Kediri Maksimalkan TPS 3R dan Bank Sampah

Advertorial

KEDIRI (Realita) - Penumpukan sampah terjadi di sejumlah titik di Kota Kediri setelah akses menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Klotok ditutup akibat aksi demonstrasi warga Kelurahan Pojok. Penutupan ini membuat truk pengangkut sampah tidak dapat masuk ke lokasi pembuangan.

Kondisi tersebut berdampak langsung pada terganggunya sistem pengangkutan sampah harian. Dengan volume sampah yang mencapai sekitar 900 ton per hari, penumpukan di Tempat Penampungan Sementara (TPS) pun tak terhindarkan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan dan Pertamanan (DLHKP) Kota Kediri, Indun Munawaroh, menjelaskan bahwa pihaknya saat ini mengoptimalkan berbagai fasilitas pengolahan sampah sebagai langkah darurat.

“Fasilitas yang ada seperti TPS 3R dan bank sampah saat ini kita maksimalkan. Ini menjadi solusi sementara di tengah kondisi TPA yang tidak bisa diakses,” ujarnya, Senin (6/4).

DLHKP mencatat, terdapat sembilan titik Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS 3R) yang kini dioptimalkan untuk mengurangi beban sampah. Selain itu, sekitar 120 bank sampah yang tersebar di Kota Kediri juga didorong untuk lebih aktif dalam proses pemilahan.

Upaya ini diharapkan mampu menekan volume sampah yang seharusnya dibuang ke TPA, sekaligus menjaga kebersihan lingkungan di tengah keterbatasan akses pembuangan.

Empat lawang dalam

Di sisi lain, Indun juga mengimbau masyarakat untuk mulai memilah sampah dari rumah. Menurutnya, partisipasi warga menjadi kunci dalam mengurangi beban sampah, terutama dalam kondisi darurat seperti saat ini.

“Kalau pemilahan tidak maksimal, nanti akan menjadi masalah. Ke depan, yang boleh dibuang ke TPA hanya residu, yaitu sampah yang sulit terurai,” jelasnya.

Sebagaimana diketahui, aksi penutupan akses TPA dipicu tuntutan warga terdampak yang meminta percepatan pencairan serta kenaikan nilai kompensasi. Meski demikian, pemerintah kota tetap berupaya menjaga layanan pengelolaan sampah agar tidak berdampak lebih luas bagi masyarakat.nia

 

Editor : Redaksi

Berita Terbaru