Kenaikan Harga Plastik Mulai Terasa di Kediri, Disperdagin Masih Pantau

Advertorial

KEDIRI (Realita) - Kenaikan harga plastik yang terjadi secara nasional mulai dirasakan di Kota Kediri. Sejumlah pelaku usaha dan toko kemasan mengaku terjadi kenaikan harga pada beberapa jenis plastik, meski besaran kenaikannya bervariasi.

Salah satu pekerja di toko botol dan kemasan di Jalan Brawijaya, Kota Kediri, menyebutkan harga sejumlah produk mengalami kenaikan. Di antaranya botol plastik yang naik sekitar Rp500 per pcs, serta plastik OPP dan plastik klip yang disebut mengalami kenaikan hingga dua kali lipat dibanding harga sebelumnya (6/4).

Kenaikan tersebut berdampak pada aktivitas pembelian. Ia mengungkapkan, sejumlah konsumen memilih menunda pembelian karena harga yang dinilai cukup tinggi.

“Banyak yang mengurungkan niat untuk membeli botol atau kemasan plastik karena harganya naik,” ujarnya.

Secara nasional, kenaikan harga plastik disebut dipicu oleh gangguan pasokan bahan baku berupa nafta yang sebagian besar masih bergantung pada impor. Kondisi ini dipengaruhi dinamika global, termasuk konflik geopolitik yang berdampak pada rantai pasok.

Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kota Kediri, M. Ridwan, mengatakan pihaknya belum melakukan pemantauan harga plastik secara harian. Namun, pemerintah tetap mencermati perkembangan yang ada di lapangan.

Empat lawang dalam

“Untuk plastik kami tidak melakukan pantauan harga secara harian. Tetapi kalau berpotensi mengganggu kestabilan harga di pasar, tentu pemerintah kota akan mengambil langkah,” jelasnya.

Ridwan menambahkan, secara umum mekanisme harga masih dipengaruhi oleh faktor permintaan dan penawaran. Di Kota Kediri sendiri, menurutnya tidak terdapat kendala signifikan dari sisi distribusi maupun lonjakan permintaan.

Ia menduga kenaikan harga lebih dipengaruhi oleh faktor eksternal, seperti harga bahan baku plastik yang berasal dari impor serta biaya distribusi, termasuk faktor bahan bakar minyak (BBM).

“Kemungkinan kenaikan ini dipicu dari luar, seperti bahan baku yang naik dan faktor distribusi. Tapi untuk di Kediri sendiri distribusi relatif lancar dan permintaan juga cenderung stabil,” pungkasnya.nia

Editor : Redaksi

Berita Terbaru