Polisi Belum Tetapkan Tersangka Kasus Dugaan Penyelewengan BBM di Jember

Advertorial

JEMBER (Realita)- Hingga hampir satu bulan sejak pelaporan, belum ada penetapan tersangka dalam kasus dugaan penyelewengan BBM di SPBU Tegal Besar dan percobaan pembunuhan terhadap anggota DPRD Jember, David Handoko Seto.

Kondisi ini memicu desakan agar kepolisian segera bertindak tegas dan transparan.

Kuasa hukum korban, M. Husni Thamrin mengatakan ada dua laporan dalam peristiwa dugaan penyelewengan BBM jenis solar di SPBU Tegal Besar. Dua laporan tersebut masing-masing terkait dugaan penyelewengan bahan bakar minyak (BBM) dan dugaan percobaan pembunuhan terhadap anggota DPRD Jember, David Handoko Seto.
Dari dua laporan tersebut, kasus dugaan penyelewengan BBM sudah naik ke penyidikan. Namun terkait laporan dugaan percobaan pembunuhan belum naik ke penyidikan.
“Untuk yang kasus laporan dugaan percobaan pembunuhan itu sampai hari ini belum ada tindakan apa-apa dari Polres. Padahal ini  sudah hampir satu bulan sejak pelaporan,” ujar Husni Thamrin, Senin (06/04/2026).
Ia menjelaskan, untuk kasus dugaan percobaan pembunuhan, pihak kepolisian memang telah menunjuk penyidik. Namun, belum ada langkah lanjutan seperti pemanggilan saksi maupun gelar perkara.

Sementara itu, untuk laporan dugaan penyelewengan BBM, kasus tersebut diketahui telah naik ke tahap penyidikan sejak 18 Maret 2026.

Dalam Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP) yang diterima hanya menyebut laporan telah ditindaklanjuti tanpa merinci pihak-pihak yang telah diperiksa.

“Di SP2HP yang kami terima itu tidak menyebutkan pihak mana saja yang sudah dimintai keterangan. Hanya disebutkan bahwa laporan ditindaklanjuti, itu saja,” ungkapnya.

Thamrin menambahkan, pihaknya telah beberapa kali mendatangi Polres Jember untuk menanyakan perkembangan kasus. Namun, informasi yang diberikan cenderung terbatas dan tidak menjawab substansi perkembangan penyidikan.

Empat lawang dalam

Ia juga menyoroti bahwa hingga kini baru pelapor yang telah diperiksa sebanyak dua kali, sementara informasi terkait pemeriksaan terhadap terlapor maupun saksi lain belum diketahui.

“Yang jelas yang sudah diperiksa dua kali itu pelapor, Pak David. Tapi dari pihak terlapor atau saksi-saksi lain, kami belum tahu sama sekali,” katanya.

Karena itu Thamrin berharap polisi segera menuntaskan kasus tersebut sesuai dengan semangat pemerintah dalam pengawasan distribusi BBM yang saat ini menjadi perhatian nasional.

Menurutnya, pengungkapan kasus ini penting tidak hanya bagi korban, tetapi juga untuk mendukung upaya pemerintah dalam menertibkan distribusi BBM di tingkat nasional.

“Harapannya polisi serius, siapapun pelakunya, siapa dalangnya, harus diungkap semua,” pungkasnya.rdy

Editor : Redaksi

Berita Terbaru