NIAS SELATAN (Realita)- Pembangunan fasilitas pengolahan limbah di dapur SPPG 2 Amandraya Polres Nias Selatan di bawah Yayasan Kemala Bhayangkari program Makan Bergizi Gratis (MBG) menunjukkan kemajuan signifikan. Proyek yang bertujuan menjaga kebersihan lingkungan di sekitar area produksi makanan ini dilaporkan hampir rampung sepenuhnya.
Pantauan di lokasi menunjukkan bahwa kolam Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) tiga petak telah selesai dikerjakan dengan pasangan batako dan plesteran yang rapi. Selain itu, tangki filter berbahan fiber berwarna biru juga sudah tersedia di lokasi, siap untuk dirakit.
Saat dikonfirmasi oleh awak media realita.co mengenai teknis pembuangan limbah, pihak pengelola menjelaskan bahwa sistem tiga petak ini dirancang untuk menyaring sisa kotoran dapur secara bertahap sebelum air dialirkan keluar.
"Kami ingin memastikan bahwa limbah cair dari dapur MBG tidak mencemari lingkungan. Kolam tiga petak ini berfungsi sebagai filtrasi, dan alat fiber yang sudah kami beli akan memaksimalkan proses pemurnian airnya," ujar mitra pengelola saat memberikan keterangan kepada media lewat telfon whatsapp, (Kamis 23/04/2026)
Ia juga menambahkan bahwa saat ini pihaknya sedang menunggu tim teknis untuk melakukan instalasi akhir. "Jika tidak ada kendala, akhir bulan ini atau paling lambat awal Mei, sistem pengolahan limbah ini sudah bisa dipastikan selesai dan berfungsi optimal," tegasnya.
Langkah ini diapresiasi sebagai bentuk komitmen penyelenggara program dalam menjaga higienitas, tidak hanya pada makanan yang dihasilkan, tetapi juga pada ekosistem di sekitar dapur produksi. Program MBG di Kecamatan Amandaya diharapkan dapat menjadi contoh penerapan sanitasi yang baik bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) lainnya di wilayah Nias Selatan.(kin)
Editor : Redaksi