BPJS Ketenagakerjaan dan Wartawan Diskusikan Perluasan Perlindungan Pekerja Sidoarjo

Advertorial

SIDOARJO (Realita) – Berbagai upaya untuk meningkatkan kepesertaan program jaminan sosial ketenagakerjaan serta percepatan Universal Coverage Jamsostek (UCJ) di Kabupaten Sidoarjo dilakukan BPJS Ketenagakerjaan Cabang Sidoarjo, diantaranya dengan menggelar diskusi bersama beberapa media di Sidoarjo, Kamis (23/4/2026).

Dalam kegiatan yang juga dihadiri Asisten I Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Sidoarjo Ainun Amalia ini, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Sidoarjo Arie Fianto Syofian mengatakan, pertemuan ini juga bagian dari upaya strategis untuk meningkatkan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, khususnya di wilayah Kabupaten Sidoarjo.

"Melalui pertemuan ini kami ingin memastikan adanya kesamaan pemahaman dengan rekan-rekan wartawan, sehingga informasi yang tersebar dengan benar dan nyata dapat menyadarkan masyarakat akan pentingnya perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan," jelas Arie.

Disampaikan, capaian UCJ di Kabupaten Sidoarjo per 21 April 2026 berada di angka 48,52 persen atau 489.224 peserta aktif, terdiri dari 358.910 pekerja formal atau Penerima Upah (PU), 87.776 pekerja informal atau BPU, dan 68.437 peserta jasa konstruksi. Capaian kepesertaan ini menempatkan Sidoarjo peringkat kedua tertinggi di Jawa Timur. 

Peningkatan kepesertaan menjadi fokus BPJS Ketenagakerjaan Sidoarjo, khususnya untuk perlindungan pekerja mandiri atau Bukan Penerima Upah (BPU). Salah satu langkah konkret yang telah dilakukan yakni penandatanganan Nota Kesepakatan Sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo. 

Arie juga menyampaikan, saat ini pemerintah melalui PP 50 memberikan diskon iuran program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) sampai 50 persen. Keringanan iuran kedua program tersebut berlaku bagi peserta BPU dengan cukup membayar Rp8.400/bulan selama periode April hingga Desember 2026. 

Arie memastikan tidak ada penurunan kualitas layanan dan manfaat atas diskon iuran tersebut. Manfaat yang diterima tetap utuh, diantaranya santunan kecelakaan kerja maksimal Rp70 juta, perawatan akibat kecelakaan kerja tanpa batas biaya sesuai kebutuhan medis, santunan kematian sebesar maksimal Rp42 juta, hingga beasiswa pendidikan bagi 2 orang anak maksimal Rp174 juta.

Disampaikan pula, sepanjang tahun 2025 BPJS Ketenagakerjaan Cabang Sidoarjo telah memberikan manfaat program total sebesar Rp2,258 triliun untuk 204.182 kasus. Terbesar manfaat Jaminan Hari Tua (JHT), yakni sebesar Rp1,804 triliun untuk 89.062 kasus. 

Kemudian, JKK senilai Rp255,4 miliar dengan 51.450 kasus, JKM sejumlah Rp117,4 miliar kepada 5.028 ahli waris peserta, Jaminan Pensiun (JP) Rp63,95 miliar bagi 61.834 peserta/ahli warisnya, dan Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP) sejumlah Rp16,8 miliar untuk 6.808 peserta. Selain itu, beasiswa pendidikan sebesar Rp29,8 miliar untuk 1.117 anak dari peserta yang meninggal dunia.

"Jadi, bila peserta meninggal dunia akibat kecelakaan kerja, atau bukan akibat kecelakaan tapi masa kepesertaan minimal sudah tiga tahun, anak tetap bisa meneruskan pendidikan hingga perguruan tinggi karena diberikan beasiswa," jelas Arie.

Untuk triwulan I tahun 2026 ini, BPJS Ketenagakerjaan Sidoarjo telah membayarkan total klaim Rp261,16 miliar untuk 14.049 kasus, diantaranya untuk JHT sebesar Rp227,5 miliar, JKK Rp21,4 miliar, dan beasiswa pendidikan anak sebanyak Rp6,66 miliar.

Arie menegaskan, tidak ada pungutan atau potongan biaya sepeser pun untuk seluruh proses klaim manfaat program tersebut. “Jangan gunakan jasa calo atau pihak ketiga. Semua layanan kami gratis dan kami menjamin transparansi serta keamanan data peserta,” tegasnya.

BPJS Ketenagakerjaan telah dan akan terus berinovasi untuk memberikan kemudahan pengurusan klaim jaminan sosial ketenagakerjaan. Di antaranya melalui aplikasi JMO (Jamsostek Mobile) atau lewat Lapak Asik (Layanan Tanpa Kontak Fisik. Keduanya bisa melayani klaim JHT yang saldonya di bawah Rp15 juta. 

Bahkan, mulai 1 April 2026 kemarin layanan Lapak Asik telah dilengkapi fitur antrian online melalui laman https://lapakasik.bpjsketenagakerjaan.go.id. Melalui fitur ini peserta yang ingin mengajukan klaim dapat memilih metode layanan sesuai kebutuhan, yakni melalui videocall atau datang langsung ke kantor cabang. 

Bagi peserta yang memilih layanan langsung, sistem akan menampilkan jadwal kehadiran atau estimasi waktu dilayani, sehingga peserta tidak perlu datang sejak subuh atau menunggu lama di kantor cabang. Dengan sistem antrian berbasis jadwal ini, peserta dapat merencanakan kedatangan secara lebih pasti. 

"Inovasi ini sebagai langkah nyata dalam meningkatkan kualitas pelayanan bagi peserta BPJS Ketenagakerjaan. Ini merupakan komitmen kami untuk menghadirkan layanan yang cepat, mudah, dan transparan sesuai harapan peserta BPJS Ketenagakerjaan," tutur Arie.

Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun camestri insan media dengan BPJS Ketenagakerjaan dalam mendukung implementasi kebijakan serta mempercepat perluasan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan secara menyeluruh dan berkelanjutan di Kabupaten Sidoarjo.gan

 

Editor : Redaksi

Berita Terbaru