Hardiknas 2026 di Kota Kediri: Perkuat Sekolah Aman, Puluhan Siswa Berprestasi Diganjar Penghargaan

Advertorial

KEDIRI (Realita) - Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Kota Kediri tidak hanya menjadi kegiatan seremonial semata.

Momentum ini dimanfaatkan sebagai penguatan komitmen menciptakan lingkungan sekolah yang aman, sekaligus mendorong deteksi dini terhadap berbagai persoalan siswa, mulai dari bullying hingga potensi penyalahgunaan narkoba.

Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati, menyampaikan bahwa upacara Hardiknas diikuti secara serentak oleh seluruh jenjang SD dan SMP di Kota Kediri.

“Hari ini kita melaksanakan upacara untuk memperingati Hari Pendidikan Nasional. Alhamdulillah, seluruh SMP kita undang, dan secara serentak SD maupun SMP juga melaksanakan upacara,” ujarnya.

Dalam peringatan tersebut, Pemerintah Kota Kediri juga menyerahkan penghargaan kepada puluhan siswa berprestasi dari jenjang TK hingga SMP. Penghargaan diberikan atas capaian di berbagai bidang, mulai dari akademik hingga olahraga, sebagai bentuk apresiasi atas prestasi sekaligus motivasi bagi pelajar lainnya.

Menurut Mbak Wali, Hardiknas menjadi momentum untuk memperkuat semangat pembangunan di bidang pendidikan, sekaligus menegaskan komitmen bersama dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman dan kondusif.

“Ini bukan hanya tugas pemerintah, tapi tanggung jawab kita bersama. Guru, murid, dan semua pihak harus memastikan anak-anak merasa aman dan nyaman di sekolah,” jelasnya.

Ia juga menyoroti masih adanya kasus bullying di lingkungan pendidikan. Karena itu, ia mengajak seluruh elemen untuk bergotong royong menghapus praktik tersebut.

Selain itu, Pemkot Kediri juga terus berupaya meningkatkan sarana dan prasarana pendidikan, salah satunya melalui program seragam gratis bagi siswa SD dan SMP.

“Insyaallah, kita akan memberikan seragam gratis bagi anak-anak sekolah,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Kediri, Mandung Sulaksono, menegaskan pentingnya peran guru, khususnya guru Bimbingan Konseling (BK), dalam mendeteksi kondisi siswa sejak dini.

“Guru BK harus peka. Misalnya kenapa anak bolos, terlambat, atau perilakunya berubah. Itu harus bisa dibaca sejak awal,” ujarnya.

Sebagai langkah konkret, Dinas Pendidikan akan mengoptimalkan kembali fungsi klinik pendidikan yang selama ini sudah ada, namun belum berjalan maksimal.

“Kalau sudah ada tanda-tanda, nanti bisa direkomendasikan ke klinik pendidikan. Di sana ada tim dari pengawas, kepala sekolah, hingga psikolog jika diperlukan,” jelasnya.

Ia juga mengungkapkan adanya indikasi persoalan serius di kalangan pelajar, termasuk potensi penyalahgunaan narkoba, yang menjadi perhatian bersama.

Karena itu, pihaknya akan memperkuat komunikasi dengan guru BK sebagai langkah awal antisipasi.

Lebih lanjut, Mandung menyebut bahwa tema Hardiknas tahun ini menekankan pada penguatan partisipasi semesta, yang berarti seluruh elemen masyarakat harus terlibat aktif dalam mendukung pendidikan.

“Orang tua, sekolah, dan masyarakat harus punya satu visi. Jangan sampai hal-hal kecil justru menjadi polemik. Ke depan, kita ingin semua pihak lebih kompak,” tegasnya.

Dengan berbagai langkah tersebut, Pemerintah Kota Kediri berharap lingkungan sekolah dapat menjadi ruang yang benar-benar aman dan mendukung tumbuh kembang siswa, tidak hanya dari sisi akademik, tetapi juga mental dan sosial.nia

 

Editor : Redaksi

Berita Terbaru