GUNUNGSITOLI – Wakil Wali Kota Gunungsitoli, Martinus Lase, S.H., menghadiri Upacara Pembukaan Karya Bakti (Karbak) Skala Besar TNI AD Tahun 2026 yang dilaksanakan di wilayah Kodim 0213/Nias, bertempat di Lapangan Pelita, Kota Gunungsitoli, Rabu (06/05).
Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Gubernur Sumatera Utara, Bobby Afif Nasution, yang bertindak sebagai Inspektur Upacara. Pembukaan ditandai dengan pemukulan gong sebagai simbol dimulainya seluruh rangkaian Karya Bakti Skala Besar TNI AD Tahun 2026 di wilayah Kepulauan Nias.
Program intervensi lintas sektoral tersebut dirancang khusus untuk mempercepat pemenuhan infrastruktur dasar, sekaligus memacu pemerataan pembangunan ekonomi pada kawasan tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) di wilayah komando teritorial Tanah Nias.
Gubernur Sumatera Utara menegaskan bahwa keterlibatan aktif TNI AD merupakan langkah taktis pemerintah untuk menembus tantangan geografis pembangunan daerah. Melalui skema operasi bakti, eksekusi pembangunan jalan penghubung hingga fasilitas jembatan penyeberangan antardesa diproyeksikan berjalan secara lebih cepat, efisien, dan tepat sasaran.
“Kerja sama ini adalah manifestasi nyata kehadiran negara di tengah masyarakat. Kehadiran personel TNI AD di lapangan akan mengakselerasi pembangunan sarana mobilitas vital publik yang selama ini dinantikan warga,” ujar Gubernur Sumatera Utara dalam komitmen resminya.
Pada pelaksanaannya, Satuan Tugas (Satgas) Karya Bakti TNI AD Skala Besar difokuskan pada penyelesaian sejumlah infrastruktur urat nadi ekonomi, meliputi pembangunan jembatan beton konektivitas antardesa serta pembukaan akses jalan baru.
Dampak jangka panjang dari interkoneksi fisik ini ditujukan untuk memangkas biaya logistik, mempercepat distribusi hasil bumi, dan menghidupkan kantong-kantong ekonomi baru di wilayah pelosok Nias.
Sementara itu, Koordinator Forum Kepala Daerah (FORKADA) se-Kepulauan Nias yang juga Bupati Nias Barat Dr. Eliyunus Waruwu, S.Pt, M.Si menyampaikan bahwa Karya Bakti TNI memiliki makna strategis bagi masyarakat, sebagai wujud pengabdian TNI sekaligus sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mendukung percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan.
Ia menegaskan bahwa hal ini sejalan dengan arahan Gubernur Sumatera Utara dalam mendorong pemerataan pembangunan hingga ke wilayah kepulauan dan desa. Kepulauan Nias memiliki potensi besar, namun masih menghadapi tantangan pada aksesibilitas, infrastruktur, dan pelayanan publik.
Sebagai Koordinator FORKADA, ia menyatakan komitmen seluruh pemerintah daerah di Kepulauan Nias untuk terus mendukung program kolaboratif bersama TNI dan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara. Melalui sinergi dan semangat gotong royong, diharapkan pembangunan dapat dipercepat guna mewujudkan masyarakat yang lebih maju, sejahtera, dan berdaya saing.kin
Editor : Redaksi