Maigus Nasir Tinjau UAM MDT dan TPQ

PADANG, Realita.co - Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, memantau langsung pelaksanaan Ujian Akhir Madrasah (UAM) Tahun Ajaran 2025/2026 bagi santri Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah (MDTA), Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ), dan Taman Qur’an Anak (TQA), Minggu (10/5/2026).

Peninjauan dilakukan di dua lokasi, yakni MDTA Masjid Baiturrahman dan MDTA Masjid Baitul Mukminin. Kehadiran orang nomor dua di Kota Padang itu bertujuan memastikan ujian berjalan lancar sekaligus mengevaluasi mutu pendidikan keagamaan di tengah masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Maigus Nasir menegaskan komitmen Pemerintah Kota Padang dalam memperkuat kualitas pendidikan agama bagi generasi muda. Ia menyebut, saat ini terdapat sekitar 7.000 santri yang mengikuti pendidikan MDT dan TPQ yang tersebar di 11 kecamatan di Kota Padang.

Menurutnya, keberadaan pendidikan diniyah memiliki peran strategis dalam membentuk karakter generasi muda yang religius dan berakhlak.

“Pendidikan agama menjadi pondasi penting dalam membangun generasi yang cerdas secara intelektual sekaligus kuat secara spiritual,” ujar Maigus Nasir.

Ia juga mengingatkan bahwa sesuai Peraturan Daerah (Perda) Nomor 6 Tahun 2003, ijazah MDTA menjadi salah satu syarat bagi siswa Muslim untuk melanjutkan pendidikan ke SMP negeri di Kota Padang.

Pada kesempatan itu, Maigus Nasir turut memaparkan visi besar Pemko Padang dalam mendorong para santri agar mampu bersaing di tingkat internasional. Salah satunya melalui rencana kerja sama atau Memorandum of Understanding (MoU) dengan Universitas Kuala Lumpur (UniKL) Malaysia.

Melalui kerja sama tersebut, kata dia, santri penghafal Al-Qur’an minimal 10 juz akan berpeluang memperoleh beasiswa penuh untuk melanjutkan pendidikan di bidang sains dan teknologi.

“Kita ingin dunia melihat bahwa hafiz Al-Qur'an dari Padang juga bisa menjadi ahli teknologi dan dokter yang hebat,” tegasnya.

Selain itu, Pemko Padang juga terus mengembangkan program pendidikan berbasis keagamaan melalui program 3T, yakni Tahsin, Tafsir, dan Tahfidz. Program tersebut diperkuat dengan pendampingan bahasa Inggris serta pemberian apresiasi bagi santri yang istiqomah mengikuti Gerakan Shalat Subuh Berjamaah.

Langkah ini dinilai menjadi bagian dari upaya Pemko Padang dalam menghadirkan ekosistem pendidikan yang religius, modern, dan berdaya saing global. (Amryan Arif R.A)

Editor : Redaksi

Berita Terbaru