PKM-B (Pengabdian kepada masyarakat bahari) Universitas Brawijaya kelompok 23 melakukan workshop digitalisasi kepada UMKM yang dilaksanakan di rumah pak wagi RT 003 RW 01, Desa Jatiguwi, Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang, Minggu (19/7/2026). Penyelenggaraan kegiatan ini dimaksudkan agar di era digital ini masyarakat mau dan mampu menggunakan teknologi untuk mempermudah penjualan terhadap produk nya.
Kegiatan Workshop digitalisasi UMKM ini menjadi wadah berdiskusi antara mahasiswa dan warga bagaimana penggunaan teknologi sebagai alat promosi serta memperluas penjualan, kegiatan ini di kolaborasikan dengan sosialisasi pembuatan inovasi dari ikan lele yaitu pembuatan abon lele agar masyarakat lebih memahami alur produksi mulai produksi hingga pemasaran.
Pada kegiatan Workshop digitalisasi UMKM ini materi disampaikan oleh Febriantika Rima Nurfadhila dan Greenfika Aida L., mahasiswa dari program studi Agrobisnis perikanan, Febri & Fika menjelaskan beberapa aspek penting, yaitu penentuan sasaran konsumen, kemasan produk, kelayakan produk, branding produk, platform digital yang dapat digunakan, serta strategi pemasaran. Materi disampaikan secara interaktif agar peserta dapat lebih mudah memahami konsep digitalisasi usaha dan mengaitkannya dengan kondisi usaha yang mereka jalankan sehari-hari
Pada kegiatan ini pemateri memfokuskan penggunaan google maps untuk mempermudah konsumen menemukan usaha dan mempermudah masyarakat untuk mengenalkan dan memberikan informasi usaha secara lebih rinci kepada konsumen, meliputi jam buka dan tutup, produk yang ditawarkan serta kontak yang dapat dihubungi.
“Melalui Workshop ini, kami berharap dapat membantu dan berkelanjutan di masyarakat. teknologi seperti google maps, marketplace serta media sosial diharapkan mampu membawa perubahan baik dalam peningkatan penjualan bagi pelaku UMKM khususnya di Desa Jatiguwi “. ujar Febriantika .
Berdasarkan hasil kegiatan, audience menunjukkan antusiasme yang tinggi dalam mengikuti workshop, terlihat dari respon aktif dan interaksi yang baik selama sesi penyampaian materi maupun sesi tanya jawab. Namun, sebagian besar audience belum menjadi pengguna aktif media sosial. Hal ini disebabkan oleh masyarakat yang mayoritas merupakan kelompok lanjut usia (lansia), sehingga penerapan strategi digitalisasi berbasis media sosial secara langsung masih menghadapi tantangan tersendiri.
Berdasarkan kendala yang terjadi mahasiswa PKM-B Jatiguwi menawarkan solusi digitalisasi alternatif yang lebih mudah, yaitu dengan melakukan penitikan lokasi UMKM melalui Google Maps. Selain melakukan penitikan lokasi, mahasiswa juga memberikan edukasi kepada para pelaku UMKM mengenai pentingnya dan dampak positif penitikan Google Maps terhadap peningkatan penjualan usaha mereka.
Secara keseluruhan, terdapat 8 UMKM di sekitar posko KKN yang telah dikunjungi dan ditandai lokasinya di Google Maps, mayoritas merupakan toko sembako. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam mendorong transformasi digital UMKM di Desa Jatiguwi
Editor : Redaksi