Dua Kali Dipanggil Polisi, Terduga Penyimpangan BBM Jombang Dikabarkan Tak Ada di Rumah

JEMBER (Realita) – Penanganan kasus dugaan penyimpangan BBM bersubsidi jenis Pertalite di SPBU 5468129, Desa Padomasan, Kecamatan Jombang, Jember, masih bergulir.

Terduga pelaku berinisial AN, warga Kecamatan Yosowilangun, Lumajang, disebut mangkir dari dua kali panggilan polisi.
Informasi tersebut disampaikan advokat

Mohammad Husni Thamrin, yang sebelumnya melaporkan dugaan penyimpangan BBM tersebut ke Polsek Jombang. Menurut Thamrin, setelah dua kali dipanggil, terduga pelaku dikabarkan sudah tidak berada di rumahnya.

“Dua kali dipanggil tidak datang, sudah tidak ada di rumahnya. Mobil yang dipakai juga sudah tidak ada,” ujar Husni Thamrin.

Selain keberadaan terduga pelaku, Thamrin juga mempertanyakan keberadaan mobil Toyota Agya warna kuning bernomor polisi L 1649 ZE yang diduga digunakan dalam aktivitas pengisian Pertalite tersebut. Ia menyebut kendaraan itu sebelumnya menjadi bagian penting dalam laporan yang disampaikannya kepada kepolisian.
Menurut Thamrin, saat laporan dibuat, dirinya berharap polisi dapat segera mengamankan kendaraan dan terduga pelaku karena keberadaannya saat itu disebut telah diketahui. Namun, ia mengaku upaya tersebut tidak langsung dilakukan.
“Saat saya melapor, saya sudah meminta agar polisi bergerak cepat, termasuk mengamankan kendaraan dan orangnya. Karena waktu itu keberadaannya masih diketahui,” katanya.
Dugaan penyimpangan BBM bersubsidi tersebut bermula pada Kamis malam, 27 Agustus 2026. Thamrin mengaku menerima informasi dari masyarakat mengenai aktivitas pengisian Pertalite di SPBU 5468129, yang diduga dilakukan menggunakan kendaraan dengan sejumlah wadah penampung.
Setelah mendatangi lokasi, Thamrin mengaku melihat Toyota Agya warna kuning dengan nomor polisi L 1649 ZE sedang melakukan pengisian Pertalite. Di dalam kendaraan tersebut, menurut dia, terdapat sejumlah jeriken yang diduga digunakan sebagai tempat penampungan BBM.
Saat hendak diketahui lebih lanjut, pengemudi kendaraan tersebut disebut meninggalkan lokasi. Bahkan, menurut Thamrin, nozzle pengisian Pertalite sempat terlepas dari kendaraan ketika mobil tersebut meninggalkan area SPBU.
Sejumlah warga yang berada di lokasi kemudian melakukan pengejaran. Kendaraan dan pengemudinya disebut berhasil ditemukan di wilayah Desa Kedungrejo, Kecamatan Rowokangkung, Kabupaten Lumajang.
Thamrin kemudian melaporkan dugaan tersebut ke Sentra Pelayanan Terpadu Kepolisian atau SPKT Polsek Jombang. Ia berharap penyidik dapat mengusut perkara tersebut secara menyeluruh untuk memastikan ada atau tidaknya pelanggaran dalam proses distribusi BBM bersubsidi.
“Ini menyangkut kepentingan masyarakat dan uang negara. Kami berharap penyidik mengusut perkara ini secara menyeluruh berdasarkan fakta dan alat bukti,” ujarnya.
Thamrin juga menyampaikan adanya dugaan keterlibatan pihak lain dalam perkara tersebut. Namun, dugaan tersebut menurutnya perlu dibuktikan melalui proses penyelidikan dan pemeriksaan oleh aparat penegak hukum.
“Saya punya rekaman video yang menurut saya perlu didalami penyidik. Kalau memang ada pihak lain yang terlibat, harus diusut berdasarkan bukti yang ada,” katanya.
Sementara itu, Kapolsek Jombang Iptu Imam Kusuma sebelumnya menyampaikan bahwa kepolisian telah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah pihak. Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk mendalami dugaan penyimpangan BBM bersubsidi di SPBU tersebut.
“Sudah ada tiga orang saksi diperiksa, terduga pelaku, pengawas, pemilik SPBU dan pihak-pihak terkait termasuk Pertamina dan Hiswana Migas segera menyusul diminta keterangannya,” ujar Imam Kusuma.
Dengan proses pemeriksaan yang masih berjalan, kepolisian diharapkan dapat segera memastikan keberadaan terduga pelaku sekaligus mengungkap rangkaian peristiwa dalam dugaan penyimpangan Pertalite tersebut. Termasuk memastikan status kendaraan yang disebut digunakan dalam kejadian serta ada atau tidaknya pihak lain yang terlibat.

Editor : Redaksi

Berita Terbaru