Polemik Sumbangan SMAN 1 Jombang Mencuat, Antara Kebutuhan Sekolah dan Keluhan Wali Murid

JOMBANG (Realita) – Sumbangan Komite SMAN 1 Jombang menjadi sorotan sejumlah wali murid. Mereka mempertanyakan mekanisme pengisian formulir yang mencantumkan pilihan nominal hingga Rp3 juta.

Persoalan itu muncul dalam pertemuan Komite SMAN 1 Jombang bersama orang tua siswa di Gedung Bung Tomo, Kantor Pemkab Jombang, Sabtu (12/9/2026). Pertemuan tersebut dihadiri sekitar 300 wali murid.

Kepala SMAN 1 Jombang Dyah Ayu Endrianingsih bersama sejumlah wakil kepala sekolah dan staf juga hadir dalam kegiatan tersebut.

Salah satu wali murid kelas 10 SMAN 1 Jombang, HD, mengatakan keberatan muncul setelah orang tua diminta mengisi formulir kesanggupan sumbangan dengan pilihan nominal yang sudah tersedia.

"Kalau memang ini benar sumbangan, mengapa sudah ditulis dan ditentukan nilai. Kalau ditulis seperti di formulir, bukan sumbangan namanya tapi iuran wajib," ujar HD, Selasa (15/9/2026).

Menurut HD, dalam formulir tersebut terdapat pilihan Sumbangan Partisipasi Masyarakat untuk Pengembangan Pendidikan (PMPP) sebesar Rp165 ribu, Rp180 ribu, dan Rp200 ribu per bulan.

Selain itu, terdapat pilihan Sumbangan Partisipasi Masyarakat untuk Pengembangan Sarana dengan nominal Rp2,5 juta, Rp2,75 juta, hingga Rp3 juta.

HD menilai pencantuman nominal tersebut membuat sebagian wali murid merasa keberatan. Menurut dia, sumbangan seharusnya diberikan secara sukarela sesuai kemampuan masing-masing orang tua.

"Seharusnya wali murid diberikan pilihan semampunya. Kalau sudah ada angka yang ditentukan, orang tua merasa harus memilih dari nominal yang tersedia," katanya.

Selain persoalan nominal, wali murid juga mempertanyakan transparansi penggunaan dana yang dihimpun Komite SMAN 1 Jombang.

HD meminta setiap program pembangunan maupun pengadaan fasilitas sekolah disertai proposal, Rencana Anggaran Belanja (RAB), dan laporan pertanggungjawaban.

"Kalau memang ada rencana membangun, mana proposal atau RAB-nya? Setiap tahun komite mengajukan sumbangan, tapi wali murid juga perlu mengetahui penggunaan dan laporan dananya," ujarnya.

Ketua Komite SMAN 1 Jombang Santoso menjelaskan alasan munculnya sejumlah nominal dalam formulir sumbangan.

Menurut dia, angka tersebut berasal dari perhitungan kebutuhan pengembangan sekolah, bukan angka yang diwajibkan kepada seluruh wali murid.

"Terkait edaran yang diisi wali murid itu merupakan perhitungan dari kebutuhan pengembangan sekolah, sehingga muncul angka-angka itu," kata Santoso.

Santoso menyebut SMAN 1 Jombang saat ini memiliki sekitar 936 siswa. Dari jumlah tersebut, sekitar 280 siswa merupakan siswa jalur afirmasi.

"Sehingga perlu bantuan atau sumbangan dari wali murid untuk mendukung kebutuhan program sekolah," ujarnya.

Ia mengatakan salah satu program yang membutuhkan dukungan pembiayaan adalah program robotik.

"Dasar permintaan sumbangan karena ada program dan butuh dibiayai oleh wali murid. Program robotik adalah salah satu programnya," jelas Santoso.

Santoso menegaskan wali murid tetap diberikan ruang menentukan besaran sumbangan sesuai kemampuan.

Ia mengatakan dalam rapat tersebut ada masukan dari wali murid agar disediakan pilihan "semampunya" karena sifatnya merupakan sumbangan.

"Ada orang tua wali murid yang menyampaikan, kalau sumbangan itu sukarela harus ada pilihan semampunya. Usulan itu kami setujui," katanya.

Menurut Santoso, wali murid yang ingin memberikan sumbangan di atas atau di bawah nominal yang tercantum dapat menuliskan sendiri jumlahnya.

"Barangkali Bapak/Ibu ingin menyumbang di atas yang kami sodorkan ataupun di bawah, supaya menulis sendiri," ujarnya.

Ia juga memastikan pengisian formulir tidak diwajibkan dilakukan saat pertemuan.

"Wali murid yang ingin rembukan dulu dengan keluarga kami persilakan membawa pulang formulir," kata Santoso.

Santoso menambahkan keputusan tersebut merupakan hasil pembahasan dalam forum bersama wali murid.

"Ini adalah keputusan rapat dan semuanya sudah ada catatan di forum," pungkasnya.rif

Editor : Redaksi

Berita Terbaru