Tak Pernah Libatkan Relawan Aktif, BPBD Lamongan Dinilai Ketinggalan

 

LAMONGAN (Realita) - Relawan tanggap bencana di Lamongan, menyayangkan sikap Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, yang dinilai kurang komunikatif. Pasalnya, meski sudah dibentuk dan dinyatakan aktif, namun para relawan mengaku jarang difungsikan dalam hal penanganan bencana.

Hal itu dikatakan oleh Ayik, salah seorang relawan warga asal Desa Mertani, Kecamatan Karanggeneng, Kabupaten Lamongan, yang juga menjelaskan jika sebelumnya para relawan pernah mendapatkan pelatihan. Bahkan sudah dibentuk wadah Himpunan Relawan Penanggulangan Bencana (HRPB). Namun sejauh ini para relawan itu masih jarang disentuh. 

"Relawan masing-masing dari unsur PSHT, RAPI, ORARI, Santri, PMI, dan lainnya", kata Ayik kepada Realita.co, Jum'at (19/11/2021).

"Tapi justru relawan yang sudah pernah dibentuk dan aktif itu malah gak dimanfaatkan. Semua yang sudah pernah dilatih dan sudah ada wadah HRPB juga gak pernah disentuh atau dimanfaatkan sama sekali," lanjut pria yang hobi mengendarai vespa itu.

Dirinya juga mengatakan sejauh ini masyarakat melihat BPBD Lamongan hanya berita-berita baiknya saja. Namun ia melihat masih banyak kekurangan, khususnya di internal Badan Penanggulangan bencana itu. "BPBD Lamongan jauh ketinggalan dengan BPBD Kabupaten lainnya," ujarnya.

Menanggapi hal itu, Kepala BPBD Lamongan, Mugito, mengelak dan mengaku jika sejauh ini banyak relawan yang membantu dalam hal kegiatan penanggulangan bencana. Meski terdapat agenda yang tidak terlaksana akibat masa pandemi covid-19.

"Sebenarnya relawan ada banyak. Mungkin ada yang tidak sempat terajak," kata Mugito, Jum'at (19/11/2021).

"Saya bina desanya ya semua tenaga Faskab dari Relawan. Fasdesnya juga semua relawan, fasilitator ya relawan. Kalau kerja bakti ya banyak relawan. Kalau apel seremoni masih pandemi belum boleh ngelibatkan banyak orang. Perasaan BPBD banyak sekali dibantu teman-teman relawan," lanjutnya.

Mugito menambahkan dari berbagai unsur relawan yang digandeng, terdiri dari IDI, IBI, PPNI, LPPI-NU, MDNC, Tagana,  Trenggana, dan masih banyak lagi yang lain," pungkasnya.def

Editor : Redaksi

Berita Terbaru