Bukalapak IPO, Achmad Zaky Punya Kekayaan Rp 4,7 Triliun

realita.co
Achmad Zaky.

JAKARTA - Achmad Zaky menjadi salah satu orang terkaya di Indonesia setelah perusahaan yang ia dirikan, Bukalapak melantai di bursa. Forbes mencatat, kekayaannya sekitar Rp 4,71 triliun.

Seperti dikutip detikcom, Minggu (8/8/2021), Zaky telah mengundurkan diri dari CEO Bukalapak pada awal tahun lalu dan menjabat sebagai penasihat. Ia memiliki kekayaan bersih sekitar US$ 330 juta atau setara dengan Rp 4,71 triliun (asumsi kurs Rp 14.300). Kekayaan tersebut berasal dari 4,3% sahamnya di perusahaan tersebut.

Baca juga: 7 Tips Cara Jualan Online untuk Pemula, Dijamin Laris Manis

Pria 34 tahun ini menjadi tokoh yang penting dalam komunitas bisnis di Indonesia. Sebab, ia berhasil membangun Bukalapak dari sebuah perusahaan sederhana menjadi e-commerce terbesar ketiga berdasarkan kunjungan web bulanan.

E-commerce ini dibangun sebagai cara untuk membantu para pedagang kecil meningkatkan penjualannya. Ia bekerja sama dengan beberapa temannya yakni Nugroho Herucahyono dan Fajrin Rasyid pada tahun 2010 untuk membangun situs web perusahaan dengan modal sekitar US$ 5.

Saat Zaky masih memimpin, Bukalapak masuk sebagai unicorn ketika valuasinya menembus angka US$1 miliar pada 2017. Di tahun yang sama, Zaky dan timnya meluncurkan platform online to offline yang dikenal sebagai Mitra Bukalapak. Platform ini memungkinkan kios-kios untuk menjual produk secara virtual kepada pelanggan dan juga menghubungkan pemilik toko dengan pemasok.

Baca juga: Ini Official Store Terbaik Pilihan Konsumen di Tahun 2022

Pada Januari 2020, Zaky mengundurkan diri dari posisinya sebagai CEO setelah sepuluh tahun memimpin. Ia digantikan oleh Rachmat Kaimuddin, mantan direktur keuangan dan perencanaan di Bank Bukopin.

Debut perdagangan saham Bukalapak cukup cemerlang. Saham perusahaan dengan kode BUKA naik sampai 24,71% dalam waktu sekitar setengah jam di level Rp 1.060 dari harga yang ditawarkan Rp 850 per saham. Kenaikan yang signifikan itu membuat Bukalapak terkena penolakan otomatis atau auto rejection.

Baca juga: Bayar Iuran Makin Mudah, Ini Kanal Kerjasama BPJS Ketenagakerjaan

Bukalapak menawarkan 25.765.504.800 saham ke publik. Pencatatan ini menjadi sejarah bagi Bukalapak karena menjadi unicorn pertama yang melantai di bursa.

Dari penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO) ini, Bukalapak menghimpun sekitar Rp 21,9 triliun. Rencananya, dana itu digunakan untuk modal kerja Bukalapak dan anak usahanya.ik

Editor : Redaksi

Politik & Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru