Angka Kemiskinan Ponorogo Turun Jadi 8,86 Persen, Program Bupati Disebut Jadi Faktor

realita.co
Angka kemiskinan di Ponorogo tahun ini menurun dibanding tahun lalu. Foto: Istimewa

PONOROGO (Realita)- Pembangunan di sejumlah sektor yang getol dilakukan Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko, tampaknya membawa dampak positif bagi masyarakat Bumi Reog.

Hal ini terlihat dari semakin menurunnya angka kemiskinan di Ponorogo tahun ini ketimbang tahun lalu.

Baca juga: Pererat Hubungan Historis, Keraton Surakarta dan Pemkab Ponorogo Jajaki Kerja Sama Pariwisata

Berdasarkan hasil survie yang dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS) Ponorogo pada bulan Maret 2025 lalu, angka kemiskinan di Bumi Reog tercatat 8,86 persen atau 77, 93 ribu jiwa. Angka ini turun 0,25 persen ketimbang tahun 2024 lalu yang mencapai 9,11 persen atau 80,06 ribu jiwa.

" Tidak hanya itu, BPS juga mencatat Pertumbuhan ekonomi di Triwulan II tahun 2025 (q to q), kita juga naik mencapai 6,71 persen. Artinya perputaran ekonomi kita bagus," ujar Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko, Rabu (17/09/2025).

Sementara itu, Kepala BPS Ponorogo Evy Trisusanti mengaku, sejumlah faktor mempengaruhi penurunan angka kemiskinan di Ponorogo saat ini. Diantara, naiknya jumlah pengeluaran per bulan perkapita masyarakat yang ada di bawah garis kemiskinan, kesempatan masyarakat mendapatkan penghasilan terbuka lebar, serta program pemerintah daerah yang dinilai tepat sasaran, membuat sejumlah masyarakat yang ada di bawah garis kemiskinan terdorong naik di atas garis kemiskinan.

Baca juga: Raperda PLP2B Disahkan, 9 Hektar Sawah Di Ponorogo Alih Fungsi Jadi KDKMP

" Untuk besaran pengeluaran masyarakat di tahun 2024 mencapai 413,62 ribu rupiah per bulan perkapita, tahun ini menjadi 428, 18 ribu rupiah per bulan perkapita. Atau naik 14,5 ribu, " akunya.

Kendati demikian, Evy mengungkapkan pihaknya menemukan fakta, sebagian masyarakat Ponorogo yang berada di bawah garis kemiskinan makin tenggelam di dasar garis kemiskinan. Dimana celah antara masyarakat yang berada dibawah garis kemiskinan bila tahun 2024 hanya sekitar 1,02 persen, tahun ini mencapai 1,22 persen.

" Artinya yang ada di kerak garis kemiskinan makin tenggelam. Sedangkan yang ada di garis kemiskinan ada yang naik ada yang tenggelam. Mereka yang naik ini bisa karena bantuan dari program pemerintah atau mampu mencari peluang penghasilan," ungkapnya.

Baca juga: Suap Mutasi Diungkap KPK, Ratusan PNS Ponorogo Jalani Profiling ASN dari BKN

Evy meminta Pemkab Ponorogo segera bergerak cepat untuk memberikan intervensi baik melalui program atau bantuan stimulan kepada masyarakat yang mendiami dasar garis kemiskinan. Pasalnya bila tidak diintervensi bukan tidak mungkin mereka akan masuk dalam kategori kemiskinan ekstrim.

" Mayoritas ada di kelompok lansia, pekerja tunggal dengan jumlah keluarga banyak. Tidak hanya di wilayah Pinggiran. Untuk lokasi di mana penduduk miskin yang tidak meningkat kesejahterannya bisa saja berada di wilayah perkotaan. Kalau tidak diintervensi mereka bisa masuk ke kategori kemiskinan ekstrim," pungkasnya. znl

Editor : Redaksi

Politik & Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru