JEMBER (Realita) – Program Gus’e Menyapa kembali hadir di Kecamatan Sukowono, Jember dengan menyapa kader posyandu di Balai Desa Mojogemi.
Kegiatan tersebut dibuka dengan pertemuan singkat bersama para kader sebagai garda depan pelayanan kesehatan masyarakat desa.
Baca juga: Temui Pedagang Pasar Tanjung Jember, Gus Fawait Siapkan Revitalisasi Total Rp250 Miliar
Bupati Jember, Gus Fawait, menyampaikan apresiasi kepada para kader atas dedikasi dan kerja tanpa pamrih.
“Kehadiran saya sebagai ungkapan terima kasih kepada kader yang menjaga kesehatan warga,” ujar Gus Fawait, Senin (10/11/2025) sore.
Ia menegaskan bahwa kepemimpinan sejati hadir untuk kebaikan masyarakat, bukan sekadar jabatan atau kewenangan.
Menurutnya, Gus’e Menyapa menjadi sarana mendengar kebutuhan warga sekaligus memperkuat pelayanan publik di desa.
Dalam dialog, Gus Fawait menyoroti tingginya angka kematian ibu dan bayi yang masih menjadi persoalan serius di Jember.
“Ini alarm bagi kita semua. Kader harus aktif memantau ibu hamil dan bayi,” tegasnya.
Baca juga: Penataan Jalan Pasar Tanjung Jember Tak Bisa Asal Gusur, Gus Fawait Minta Waktu Seminggu
Ia menekankan pentingnya pencegahan agar tidak ada kasus yang dapat dihindari terulang lagi di wilayah Jember.
Gus Fawait turut menyampaikan bahwa pendapatan daerah turun akibat pengurangan alokasi APBD sebesar Rp350 miliar.
“Anggaran berkurang, tetapi semangat melayani rakyat tidak boleh padam,” tambahnya.
Ia memastikan program prioritas di bidang kesehatan dan kesejahteraan tetap berjalan meski anggaran menurun.
Baca juga: Kasus Dugaan Kepemilikan Senpi Pasutri Jember Berlanjut, Saksi Baru Kembali Muncul
Melalui Gus’e Menyapa, Fawait mengajak kader serta perangkat desa memperkuat kolaborasi untuk pelayanan lebih baik.
“Kepemimpinan bukan tentang kuasa, tetapi tentang kebaikan yang dirasakan rakyat,” pungkasnya.
Reporter : Ambang Hari Laksono
Editor : Redaksi