Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis, UI dan Undiksha Sekaligus Tampilkan Potensi Budaya Desa Sawan

realita.co
Layanan kesehatan gratis disertai kegiatan budaya di Desa Sawan, Bali. (Foto: UI)

DEPOK (Realita) - Warga Desa Sawan, Bali, mendapatkan layanan kesehatan gratis yang diselenggarakan oleh Direktorat Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Sosial Universitas Indonesia (DPIS UI) bersama Fakultas Kedokteran Universitas Pendidikan Ganesha (UNDIKSHA).

Pemeriksaan tersebut diiringi penyuluhan serta sosialisasi mengenai Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan (K3L) sebagai upaya meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap pentingnya kesehatan dan keamanan dalam aktivitas sehari-hari.

Baca juga: SDN 1 Kramatwatu Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis

Kepala Subdirektorat Pengabdian Masyarakat DPIS UI, Widhyasmaramurti, menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan ini melibatkan masyarakat Desa Sawan secara langsung.

Selain pemeriksaan kesehatan gratis, acara juga menghadirkan pertunjukan seni, peresmian rencana pendirian rumah budaya, hingga peninjauan pameran potensi desa.

Beragam produk kerajinan pande besi dan pande gong turut ditampilkan bersama narasi sejarah desa yang menjadi identitas budaya masyarakat setempat.

Kehidupan seni terasa semakin kuat dengan hadirnya workshop tari Bali dan gamelan Bali yang melibatkan warga lintas generasi.

“Program ini tidak hanya merayakan kekayaan tradisi, tetapi juga menegaskan pentingnya kolaborasi lintas lembaga untuk memperkuat ketahanan budaya dalam kehidupan masyarakat Bali Utara,” ucap Widhyasmaramurti di Depok, Kamis (27/11/2025).

Program ini merupakan langkah awal bagi rintisan Rumah Budaya Desa Sawan, sebuah inisiatif yang dirancang untuk mengangkat, merawat, dan mengembangkan potensi budaya desa.

Tradisi pande besi dan pande gong yang telah mengakar kuat dalam keseharian masyarakat menjadi fokus utama pengembangan ruang budaya tersebut.

Desa Sawan selama ini dikenal sebagai pusat penting seni kerajinan logam di Bali Utara, dengan banyak pengrajin menghasilkan peralatan pertanian, peralatan rumah tangga, hingga instrumen gamelan berkualitas tinggi.

Baca juga: Cek Kesehatan Gratis Kado Ulang Tahun, Dimulai di Kabupaten Sampang

Reputasi Desa Sawan juga telah mencapai panggung internasional. Gamelan Gong Kebyar dari desa itu tercatat tampil dalam misi kebudayaan ke Tiongkok pada 1955 dan kemudian melakukan perjalanan seni ke Eropa pada 1978.

Sementara itu, Ketua Tim Pengabdi UI, Ari Prasetiyo, menyatakan bahwa kekayaan budaya Desa Sawan memiliki posisi strategis, tidak hanya bagi masyarakat lokal tetapi juga bagi ekosistem kebudayaan Bali Utara.

“Rumah budaya ini diharapkan menjadi ruang belajar, berkarya, dan berbagi, sehingga tradisi turun-temurun seperti kerajinan logam tetap lestari dan relevan bagi generasi muda,” papar Ari.

Disisi lain, Kepala Desa Sawan, Nyoman Wira, menyampaikan apresiasinya atas kolaborasi antar lembaga ini.

Wira menilai program tersebut sebagai peluang besar bagi pemberdayaan masyarakat sekaligus memperkuat identitas budaya desa.

Baca juga: Hari Kasih Sayang, Bank Pemerintah Beri Layanan Kesehatan untuk Pensiunan

Kegiatan turut diisi dengan motivasi budaya yang disampaikan budayawan Bali, Guru Sugi Lanus, yang menegaskan bahwa tradisi pande besi dan pande gong bukan sekadar keterampilan teknis.

Melainkan pengetahuan spiritual yang menghubungkan manusia dengan lingkungan dan warisan leluhur.

Ia mendorong masyarakat untuk menjadikan rintisan rumah budaya sebagai ruang rekonstruksi ingatan kolektif dan penguatan rasa memiliki terhadap tradisi.

Melalui kegiatan Gelar Budaya Potensi Desa Sawan, diharapkan terbentuk pijakan yang kuat bagi pengembangan rumah budaya yang inklusif, partisipatif, dan berkelanjutan. hry

Editor : Redaksi

Politik & Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru