PEKALONGAN (Realita)- Suasana duka masih menyelimuti keluarga korban tertabrak kereta api di perlintasan tanpa palang pintu Desa Tengeng Wetan, Kecamatan Siwalan, Kabupaten Pekalongan pada Senin (29/12/2025) sore.
Selasa (30/12/2025), rumah orangtua korban di Desa Jatimalang, Kecamatan Sragi, Kabupaten Pekalongan, ramai dikunjungi kerabat keluarga, teman, dan tetangga untuk menyampaikan belasungkawa.
Keluarga korban tidak menyangka, Muji Slamet Rahayu (34) bersama dua anaknya, Agung Januar Putra (11) dan Ajeng (7), akan meninggal secara tragis akibat motor yang mereka kendarai tertabrak KA Harina jurusan Bandung-Surabaya di perlintasan sebidang Tengeng Wetan.
Baca juga: Remaja Tertabrak Kereta di Perlintasan di Kebon Jeruk
Menurut kakak korban, Harso, korban atas nama Muji Slamet Rahayu atau Ayu dan kedua anaknya pergi belanja mengendarai sepeda motor matik menuju warung.
Namun naas, saat pulang belanja untuk keperluan acara "Balik Klasa" di rumah mertuanya di Tengeng Wetan, mereka mengalami kecelakaan di perlintasan tanpa palang pintu.
Sebelum terjadi kecelakaan, keluarga korban mengaku tidak ada firasat aneh pada para korban. Ketiganya, baik Ayu maupun kedua anaknya tidak menunjukan perilaku aneh, semuanya beraktivitas seperti biasa.
Atas kejadian itu, suami korban mengalami syok karena kehilangan istri sekaligus anak-anaknya.ham
Baca juga: Pria Tewas Tertemper KA Jayakarta di Wonoasri, KAI Daop 7 Madiun Tegaskan Tidak Ada Unsur Kelalaian
Baca juga: Detik-Detik Pria di Madiun Tertabrak KA Jayakarta, Berdiri di Antara Rel Terekam CCTV
Editor : Redaksi