Duit Rp 100 M Hasil Korupsi Kuota Haji, Dikembalikan ke KPK

realita.co
Ilustrasi koruptor. Foto: Meta AI

JAKARTA (Realita) - KPK mengungkap ada pengembalian dari Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) atau travel terkait kasus dugaan korupsi kuota haji. Jumlahnya mencapai Rp 100 miliar.

"Sampai dengan saat ini sudah mencapai sekitar Rp 100 miliar, ini masih akan terus bertambah, oleh karena itu KPK terus mengimbau kepada pihak-pihak PIHK, biro travel, ataupun asosiasi yang masih ragu-ragu silakan bisa segera mengembalikan," kata Jubir KPK Budi Prasetyo di gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Jumat (9/1/2026).

Baca juga: Diperiksa KPK 4 Jam, Eks Menag Yaqut Tak Ditahan

Budi belum menguraikan detail apa kaitan uang tersebut dengan kasus dugaan korupsi kuota haji yang diusut. Namun KPK pernah mengungkap ada dugaan 'uang percepatan' yang terkait pembagian kuota haji tambahan pada 2024.

Baca juga: Dugaan Korupsi Kuota Haji, Mantan Menag Yaqut Membantah:  Saya tidak Terima Sepeser pun

"KPK juga mengimbau kepada pihak-pihak PIHK, biro travel, maupun asosiasi untuk kemudian juga bisa kooperatif termasuk dalam hal pengembalian uang-uang," sebutnya.

KPK telah menetapkan mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas (YQC) sebagai tersangka kasus dugaan korupsi kuota haji 2024. Selain Yaqut, KPK menetapkan mantan stafsusnya, Ishfah Abidal Aziz (IAA) alias Gus Alex, sebagai tersangka.

Baca juga: KPK Duga Aizzudin Abdurrahman Jadi Makelar Dalam Kasus Eks Menag Yaqut

"Terkait dengan perkara kuota haji, kami sampaikan update-nya bahwa confirmed, KPK telah menetapkan dua orang sebagai tersangka. Yang pertama Saudara YCQ selaku eks Menteri Agama, dan yang kedua Saudara IAA selaku stafsus Menteri Agama pada saat itu," ujar Budi.ik

Editor : Redaksi

Politik & Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru