Pemancing Diterkam lalu Dimakan Macan

realita.co
Ilustrasin diterkam harimau. Foto: Meta Ai

ACEH (Realita)- Keuchik Krueng Seumanyam, Jupridar, membenarkan bahwa korban atas nama Ibnu Hajar, 64 tahun, sebelumnya dilaporkan hilang sejak 6 Januari 2026.

Korban diketahui berangkat dari rumah pada 4 Januari 2026 menuju kebun atau kawasan hutan yang berjarak sekitar 15 kilometer dari permukiman warga.

Baca juga: Berkebun Sendirian, Petani Tewas Diserang Harimau

“Korban ditemukan dalam kondisi tidak utuh lagi, sudah menjadi tulang belulang karena dimangsa harimau. Bagian tubuh korban ditemukan terpisah dengan jarak hampir 20 meter di lokasi penemuan,” ujar Jupridar.

Ia menjelaskan, saat warga menemukan kerangka korban, posisi tulang belulang tersebut masih seperti dijaga oleh harimau. Bahkan, menurut keterangan warga yang berada di lokasi, harimau tersebut masih terlihat berkeliaran di sekitar tempat kejadian perkara (TKP).

Baca juga: Petani Karet di Musi Rawas Terluka Parah usai Diserang Beruang

Setelah ditemukan, kerangka almarhum langsung dievakuasi dan dibawa ke rumah duka di Gampong Krueng Seumanyam untuk dilaksanakan fardhu kifayah pada Senin sore, 12 Januari 2026.

“Kami menduga harimau yang berkeliaran ini bukan hanya satu atau dua ekor, tetapi kemungkinan bergerombol. Oleh karena itu, kami mengimbau masyarakat untuk sementara waktu tidak beraktivitas di kebun atau di gunung dan diminta kembali ke gampong demi keselamatan,” katanya.

Baca juga: Petani Kopi Ditemukan Tewas, Korban Diduga Dimangsa Harimau

Jupridar juga menilai, pascabanjir yang melanda wilayah tersebut beberapa waktu lalu, kemungkinan habitat harimau terganggu sehingga hewan buas itu turun dan berkeliaran mencari mangsa di sekitar area perkebunan warga.moh

 

Editor : Redaksi

Politik & Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru