LAMONGAN (Realita) - Menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di sejumlah wilayah di Lamongan, menjadi sorotan.
Pasalnya, makanan yang disajikan di hari pertama sekolah pada Bulan Ramadan ini dinilai sangat murah dan tidak layak.
Baca juga: Menteri Purbaya: Masih Banyak Rakyat yang Suka MBG
Bahkan terjadi di Kecamatan Karangbinangun, sejumlah wali murid menolak, dan mengembalikan makanan gizi tersebut ke dapur SPPG yang membuatnya.
"Ini kulit kentangnya gak dikupas. Bahkan dirumah masih ada. Soalnya 15 ribu kok gini!," ungkap salah satu wali siswa saat mengembalikan makanan tersebut, Senin (23/2/2026).
Baca juga: Kabut Asap Makin Parah, Kadisdik Kalteng Tolak Sekolah Diliburkan: Dapur MBG Bisa Mati!
Sementara itu Ketua Satgas MBG Lamongan, M. Nalikan, saat dikonfirmasi mengaku sudah mendengar hal tersebut dan melaporkannya ke Badan Gizi Nasional (BGN).
Baca juga: Anggaran MBG 2027 Capai Rp240 Triliun, 97 Persen untuk Makan, 3 Persen Operasional BGN
"Ini laporan sudah saya terima dari beberapa kecamatan dan sudah kami cek dan laporkan ke BGN, sesuai kewenangan tugas satgas," kata pria yang juga menjabat sebagai Sekda Lamongan itu, Selasa (24/2/2026).
Dari pantauan investigasi kami, MBG yang dinilai kurang layak muncul dari SPPG di sejumlah Kecamatan di Kabupaten Lamongan, diantaranya kecamatan Lamongan, kecamatan Sukodadi yang hanya berisi 1 buah pisang, 1 telur, 1 kotak susu dan 1 jajanan.yus
Editor : Redaksi