HAMBALANG (Realita) Presiden Prabowo Subianto menegaskan Indonesia akan keluar dari Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP) jika dinilai tidak menguntungkan kepentingan nasional. Presiden menyatakan keikutsertaan Indonesia dalam BoP akan terus dievaluasi.
Presiden menegaskan Indonesia akan tetap berada dalam BoP selama dinilai mampu mendukung perjuangan rakyat Palestina.
Baca juga: Ancam Pengkritik Prabowo, Habib Husein Baagil Janji Kerahkan 50 Ribu Jemaah ke Jakarta
"Dan saya mengatakan, selama kita di dalam BOP bisa bantu perjuangan rakyat Palestina, kita akan berusaha. Begitu, kita ambil kesimpulan tidak ada harapan dan kontraproduktif kita menilai kita habis waktu, habis energi, dan tidak menguntungkan kepentingan nasional bangsa Indonesia, kita keluar," kata Prabowo dalam sesi tanya jawab dengan jurnalis di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Kamis (19/3/2026).
Prabowo menjelaskan keterlibatan Indonesia dalam inisiatif tersebut bermula saat pidatonya di Sidang Umum PBB yang menegaskan dukungan terhadap kemerdekaan Palestina.
Baca juga: Prabowo Ampuni Koruptor di BUMN Asal Mau Tobat
Setelah itu Indonesia bersama sejumlah negara mayoritas Muslim mengikuti pertemuan dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Dalam pertemuan tersebut, dibahas proposal 21-point plan untuk menciptakan perdamaian berkelanjutan di Gaza.
Baca juga: Sudah 81 Tahun Merdeka, Rakyat Indonesia Belum Sejahtera dan Prabowo Punya Banyak PR
Pemerintah menilai, sejumlah poin dalam proposal tersebut membuka peluang bagi terwujudnya solusi dua negara.met
Editor : Redaksi