JAKARTA (Realita)- Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai merespons pernyataan Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi yang menyinggung kemungkinan dinamika politik sebelum Pemilu 2029.
Pigai bahkan menantang Budi Arie untuk bersaing secara terbuka dalam kontestasi politik 2029. Ia meminta seluruh pihak tetap menjalankan proses demokrasi secara fair.
Pernyataan tersebut disampaikan Pigai melalui akun X @nataliuspigai2 pada Selasa (25/8/2026).
Dalam unggahannya, Pigai terlebih dahulu mengingat momen ketika dirinya dan Budi Arie duduk bersebelahan dalam sebuah acara pernikahan anak salah satu menteri Kabinet Merah Putih.
Pigai mengatakan saat itu sejumlah menteri disebut menjauh dari Budi Arie. Ia kemudian memilih duduk di samping Ketua Umum Projo tersebut.
“Ingat mas Budi Arie. Ingat saya. Saat kita duduk waktu perkawinan anak seorang menteri. Semua menteri menjauh darimu. Saya Natalius memutuskan duduk di sampingmu," kata Pigai.
Pigai mengaku melihat Budi Arie berada dalam kondisi yang menurutnya membutuhkan dukungan.
“Saya rasakan perasaanmu nelangsa. Saya pembela kemanusiaan. Berani duduk di sampingmu," ujarnya.
Pigai kemudian mengarahkan pernyataannya pada kontestasi politik mendatang.
Ia menyatakan siap menghadapi Budi Arie apabila keduanya berada dalam arena politik yang sama pada Pemilu 2029.
“Kalau mau bertarung nanti kita bertarung fair. Anda sering menang pemilu, kami sering kalah pemilu. Tapi tidak masalah. Kami juga petarung," ucapnya.
Pigai kemudian meminta Budi Arie mempersiapkan diri menghadapi pertarungan politik pada 2029.
“Siapkan saja 2029 kita akan bertarung fair," tegasnya.
Menurut Pigai, menang atau kalah dalam politik merupakan hal yang biasa dalam demokrasi. Ia menegaskan perjuangan politik yang dijalankannya tetap berada dalam kerangka demokrasi.
“Siapapun menang bagi kami hilang kekuasaan itu biasa. Tetapi kami adalah pejuang demokrasi,” tuturnya.
Meski menantang Budi Arie bertarung secara politik pada 2029, Pigai meminta tidak ada pihak yang mengganggu pemerintahan sebelum masa tersebut.
Ia mengajak seluruh pihak memusatkan perhatian pada pembangunan dan kepentingan masyarakat.
“Dan jangan ganggu pemerintah sebelum 2029. Biar kita sama-sama memikirkan bangun rakyat Indonesia secara totalitas demi merah putih," paparnya.
Pernyataan Pigai muncul di tengah polemik mengenai video Budi Arie yang menyinggung kemungkinan dinamika politik yang bergerak lebih cepat dari 2029. DPP Projo kemudian menjelaskan bahwa video yang beredar merupakan potongan dan bukan rekaman utuh. Projo meminta pernyataan Budi Arie dipahami dalam konteks pembahasan berbagai kemungkinan situasi politik.
Sementara itu, Partai Gerindra menyatakan tidak terpengaruh oleh isu percepatan politik tersebut dan menegaskan fokusnya tetap mengawal program pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.ini
Editor : Redaksi
URL : https://realita.co/baca-50666-pigai-tantang-budi-arie-bertarung-secara-fair