Dipenjara 50 Tahun oleh Israel, Pria Asal Jepang Ini Masih Ngotot Bela Palestina

realita.co
Kozo Okamoto ceria merayakan kebebasannya. Foto:Xeyeompalestina

SEHARUSNYA nyawa Kozo Okamoto berakhir pada tahun 1972 ketika ia ikut serta dalam serangan bunuh diri di bandara Lod, Israel, yang menewaskan 26 orang.

Namun, setengah abad dan dua kali menjalani hukuman penjara kemudian, dia masih hidup, menjalani kehidupan yang tenang sebagai pengungsi politik pertama dan satu-satunya di Lebanon.

Baca juga: Perang Terus, Militer Zionis Israel Mulai Keteteran

Kini seorang pria renta berambut abu-abu, Kozo Okamoto masih dicari di negara asalnya, Jepang, tetapi tetap menjadi semacam pahlawan rakyat di kamp-kamp pengungsi Palestina di Lebanon.

Menurut PFLP, Okamoto menghabiskan sebagian besar masa hukumannya di penjara Israel dalam isolasi, dipaksa makan dari tanah seperti anjing, dengan tangan diborgol di belakang punggungnya. Ia juga dipaksa untuk memeluk agama Yahudi saat berada dipenjara israel 

Terlahir sebagai anak bungsu dari enam bersaudara dalam keluarga kelas menengah di Jepang selatan, Okamoto tidak memiliki hubungan khusus dengan perjuangan Palestina saat tumbuh dewasa.

Namun, “hingga hari ini, dia berbicara tentang Palestina dan menolak penjajah israel terhadap Palestina,” kata Abu Yusef.

Editor : Redaksi

Politik & Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru