BIREUEN - Masyarakat Kabupaten Bireuen menyoroti dugaan praktik premanisme berkedok parkir yang viral di media sosial. Sebuah akun TikTok mengajak warga setempat untuk memboikot aktivitas yang meresahkan publik tersebut pada Kamis (30/4/2026).
Akun bernama @hanya.tukangbecak mengunggah postingan yang berisi imbauan keras kepada masyarakat.
Baca juga: Pemkab Bireuen Kucurkan Hibah Rp4,5 Miliar untuk Kejari, Polres dan Kodim
"Kepada masyarakat kabupaten Bireuen, mari sama-sama kita memboikot premalisme (premanisme -red) berkedok parkir di kabupaten Bireuen ini, jangan biarkan kezaliman ini terus berlanjut," tulis akun @hanya.tukangbecak pada Kamis, (30/4/2026).
Selain itu, pemilik akun juga mendesak warganet agar terus memviralkan isu ini. Mereka berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah tegas.
"Mari kita sama-sama memviralkannya, sampai ada tindakan tegas dan sanksi dari pihak instansi pemerintahan terkait." Ajak akun TikTok tersebut.
Oleh karena itu, banyak netizen langsung membanjiri kolom komentar dengan berbagai keluhan. Mereka merasa sangat terbebani oleh sistem pungutan parkir yang memberatkan konsumen.
Baca juga: Bupati Bireuen Tekankan Sinergi Reforma Agraria Pasca Bencana dalam Rakor GTRA 2026
"Saya jarang sekali ke pasar, krn ada parkir, saya lebih milih belanja tpt gx ada parkir, krn kadang beli seharga 5000 udah parkir 2000 , kadang juga kita gx beli apa apa krn yg kita cari gx ada y pas, tapi parkir ttp harus bayar." Tulis akun @marya_onlineshop di kolom komentar.
Sementara itu, keluhan serupa juga muncul dari pengguna jalan lainnya. Warga memprotes pungutan ganda saat mereka berpindah toko di satu kawasan yang sama.
"Betul sekali,bukan perkara duit 1000,2000. Contoh kita belanja di REX kita mau beli beberapa makanan misalnya 3 tempat berbeda parkirnya pun 3 kali. yg lebih parahnya lagi parkirlah depan Bank Aceh mobil gak mau 2000 tapi udah 3000.Udah gak betol lagi parkir di Bireuen." Tulis akun @uke7nagamomazalea.
Baca juga: Tuntut Hak Korban Banjir, HMI Bireuen Siap Kawal Aksi Jilid III Koalisi Gerakan Sipil
Namun, masalah ini ternyata tidak hanya sebatas tarif parkir yang mahal. Seorang netizen justru membongkar dugaan aliran dana ilegal dari praktik tersebut kepada sejumlah pihak.
"Di Bireuen !!! Parkir ada yg membekengi dan setoran parkir naik terus . Uang disetor ke beberapa pihak dan ada jg disetor ke dinas. Semua org tau krn ini lahan basah." Tulis akun @fulcon222. (mis)
Editor : Redaksi