Main Game dan Merokok Saat Bahas Stunting, Anggota DPRD Jember Terancam Sanksi Etik dan Disiplin Partai

realita.co
Aksi Ra Syahri Fadil Muzakki saat main game dan merokok ketika rapat.

JEMBER (Realita) - Kepercayaan publik terhadap DPRD Jember kembali diuji. Seorang anggota DPRD Jember dari Fraksi Gerindra diduga bermain gim di telepon genggam sambil merokok saat rapat resmi yang membahas persoalan stunting dan campak di Kabupaten Jember. Video aksi tersebut viral di media sosial dan memicu gelombang kecaman publik karena dinilai mencerminkan rendahnya etika serta keseriusan wakil rakyat dalam menjalankan tugas pengawasan.

Anggota dewan yang menjadi sorotan itu adalah Ra Syahri Fadil Muzakki. Dalam video yang beredar luas, Ra Syahri tampak tidak fokus mengikuti jalannya rapat Komisi D DPRD Jember. 

Ia diduga sibuk bermain gim di ponselnya di tengah pembahasan serius terkait penanganan stunting dan penyakit campak yang melibatkan Dinas Kesehatan, BPJS Kesehatan, hingga seluruh kepala puskesmas se-Kabupaten Jember.

Situasi itu menjadi sorotan karena forum rapat sedang membahas persoalan kesehatan masyarakat yang selama ini menjadi perhatian pemerintah daerah. Sejumlah anggota dewan lain terlihat serius memperdebatkan validitas data kesehatan warga dan efektivitas penanganan stunting. 

Namun di saat bersamaan, perilaku Ra Syahri justru dianggap menunjukkan sikap tidak menghargai forum resmi.

Video tersebut pertama kali ramai setelah diunggah akun Instagram @pak_jitu dan @aslijembermat. Dalam waktu singkat, rekaman itu menyebar luas dan menuai reaksi keras dari masyarakat. Banyak warganet menilai tindakan tersebut mencoreng marwah DPRD sekaligus memperlihatkan lemahnya disiplin sebagian anggota legislatif.

Ketua DPRD Jember, Ahmad Halim, mengaku kecewa atas tindakan anggotanya tersebut. Ia bahkan menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada masyarakat Jember karena perilaku itu dinilai telah merusak citra lembaga DPRD.

“Kami atas nama pimpinan DPRD menyampaikan permohonan maaf dan kami akan proses karena ini juga menyangkut etika lembaga DPRD. Tentu proses itu kami tegur yang bersangkutan karena tidak menerapkan sistem kedisiplinan maupun attitude serta tidak beretika ketika di ruang rapat,” tegas Halim, Selasa (12/5/2026).

Menurut Halim, kasus tersebut tidak akan berhenti pada teguran lisan semata. Secara kelembagaan, DPRD Jember memastikan persoalan itu akan dibawa ke Badan Kehormatan (BK) untuk dilakukan pemeriksaan etik sesuai tata tertib dan kode etik DPRD.

“Secara formal akan kami serahkan ke BK untuk dikaji lebih lanjut sesuai tata tertib dan kode etik DPRD,” ujarnya.

Langkah itu membuka kemungkinan adanya sanksi etik terhadap Ra Syahri, mulai dari teguran tertulis hingga sanksi disiplin lain sesuai hasil pemeriksaan BK. DPRD menilai pelanggaran etika di ruang rapat tidak bisa dianggap sepele karena menyangkut kredibilitas lembaga di hadapan masyarakat.

Tak hanya dari DPRD, tekanan juga datang dari internal Partai Gerindra. Halim yang juga menjabat Ketua DPC Gerindra Jember memastikan partainya akan memproses kadernya tersebut karena dianggap mencoreng nama partai.

“Kami dari Fraksi Partai Gerindra akan memproses anggota tersebut. Kebetulan beliau anggota baru dan belum pernah mengikuti kaderisasi di Hambalang,” katanya.

Pernyataan itu turut memunculkan kritik baru di tengah masyarakat. Publik mempertanyakan proses kaderisasi dan kesiapan anggota legislatif yang duduk di kursi DPRD namun dinilai belum menunjukkan kedisiplinan serta etika sebagai pejabat publik.

Halim memastikan Ra Syahri akan dipanggil untuk memberikan klarifikasi dan diminta menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat.

“Yang jelas kami akan proses sesuai ketentuan partai maupun lembaga. Minimal beliau menyampaikan permintaan maaf,” imbuhnya.

Kasus ini dinilai menjadi tamparan bagi DPRD Jember di tengah tuntutan publik terhadap peningkatan kualitas kerja wakil rakyat. Persoalan stunting sendiri selama ini menjadi isu serius karena berkaitan langsung dengan masa depan anak-anak dan kualitas kesehatan masyarakat Jember. Karena itu, tindakan bermain gim dan merokok saat rapat dinilai bukan sekadar pelanggaran etika, melainkan bentuk ketidakpekaan terhadap persoalan rakyat yang seharusnya menjadi prioritas perhatian dewan.

Sejumlah warganet juga mendesak DPRD agar tidak berhenti pada permintaan maaf semata. Publik meminta adanya sanksi nyata agar kasus serupa tidak kembali terulang dan disiplin anggota dewan benar-benar ditegakkan.

Hingga berita ini ditulis, Ra Syahri Fadil Muzakki belum memberikan tanggapan terkait viralnya video tersebut. Upaya konfirmasi melalui WhatsApp tidak mendapat respons. Saat dicari di ruang Komisi D maupun Fraksi Gerindra DPRD Jember, yang bersangkutan juga tidak berada di tempat.rdy

Editor : Redaksi

Politik & Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru