ANRI Telusuri Arsip Era Belanda di Kediri, Kitab Injil Kuno Jadi Sorotan

realita.co

KEDIRI (Realita) - Sebuah kitab Injil kuno yang tersimpan di GPIB Immanuel atau Gereja Merah Kota Kediri menjadi perhatian perwakilan Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) saat melakukan penelusuran arsip era kolonial Belanda di wilayah Kediri.

Perwakilan ANRI, Farandika Daneswara, menyebut kitab bertahun 1867 tersebut diduga menjadi salah satu arsip tertua yang dimiliki wilayah Kediri.

Baca juga: Ketua DPRD Kota Kediri Sebut Rencana Pembangunan Kantor Baru Tinggal Tahap Pelaksanaan

“Setidaknya ini bisa divalidasi sebagai salah satu kitab tertua yang dimiliki Kota Kediri. Karena tahun 1867 itu masih wilayah Kediri,” ujarnya.

 

Menurutnya, kondisi kitab masih cukup baik, namun beberapa bagian mulai mengalami kerusakan dan membutuhkan restorasi secepatnya.

 

“Masih bisa ditoleransi, tapi ada beberapa halaman yang perlu restorasi. Ada bagian sobek dan dikhawatirkan lapuk sehingga tulisan bisa hilang,” katanya.

 

Farandika menjelaskan, penelusuran arsip dilakukan untuk melacak dokumen-dokumen peninggalan era kolonial yang masih tersimpan di sejumlah lokasi bersejarah di Kediri.

Baca juga: RSMAD Kediri Pastikan Pelayanan Medis Tetap Berjalan Pascakejadian Kebakaran

 

Ia menilai dokumen sejarah seperti kitab kuno memiliki nilai penting, bukan hanya sebagai arsip, tetapi juga sumber pembelajaran lintas generasi.

“Semua dokumen kesejarahan pasti berharga. Yang penting bagaimana kita menjaganya dan mempelajari masa lalu untuk kehidupan masa kini dan masa depan,” jelasnya.

ANRI juga mendorong adanya perhatian pemerintah terhadap upaya pelestarian arsip bersejarah, termasuk melalui restorasi dan pengawasan kondisi penyimpanan.

Baca juga: Jalan Kota, Ketahanan Pangan hingga Banpol Jadi Prioritas Raperda Kota Kediri

 

Menurut Farandika, pemerintah daerah dapat berperan melakukan monitoring kondisi arsip, sementara pemerintah pusat diharapkan membantu melalui alokasi anggaran restorasi.

“Sejarah penting karena kita belajar dari masa lalu untuk meniti masa kini dan masa depan,” pungkasnya.nia

 

Editor : Redaksi

Politik & Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru