Masyarakat Beralih ke Emas, Bank di Jember Mulai Kesulitan Cari Nasabah

realita.co
Kepala OJK Jember, Aris Budiman.

JEMBER (Realita) - Tren investasi emas yang terus meningkat mulai memberikan dampak terhadap industri perbankan. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jember mengungkapkan sebagian dana masyarakat diduga beralih dari tabungan perbankan ke instrumen investasi emas, sehingga memengaruhi penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) oleh bank.

Kepala OJK Jember, Aris Budiman, mengatakan pertumbuhan DPK bank umum di wilayah Jember masih tercatat positif sebesar 11,95 persen atau lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional yang mencapai 11,40 persen. Namun, di balik angka tersebut terdapat tren yang perlu menjadi perhatian karena dana pihak ketiga terus menurun dalam beberapa bulan terakhir.

Baca juga: Enam Raperda Strategis Disepakati, Jember Mantapkan Arah Pembangunan Inklusif dan Berkelanjutan

Penurunan itu terjadi secara berturut-turut sejak Januari hingga April 2026. Menurut Aris, kondisi tersebut menunjukkan adanya perubahan perilaku masyarakat dalam menempatkan dananya, terutama di tengah meningkatnya minat terhadap investasi yang dianggap lebih menguntungkan.

"Yang harus kita perhatikan adalah kurvanya. Dalam tiga bulan terakhir mulai Januari, Februari, Maret sampai April itu untuk bank umum dana pihak ketiganya turun terus," kata Aris Budiman.

Aris mengungkapkan, sejumlah pelaku perbankan juga mulai merasakan dampak dari perubahan tersebut. Dalam beberapa kesempatan diskusi dengan OJK, pihak bank mengaku semakin sulit menghimpun dana masyarakat dibandingkan periode sebelumnya.

OJK Jember menduga salah satu faktor yang memengaruhi kondisi itu adalah meningkatnya minat masyarakat terhadap emas. Lonjakan harga emas yang terjadi pada Maret hingga April lalu, ditambah ketidakpastian geopolitik global, membuat logam mulia kembali menjadi pilihan investasi yang diminati.

Baca juga: Libur Sekolah Jadi Momentum Bongkar SPPG Fiktif, Satgas MBG Jember Siapkan Evaluasi Menyeluruh

Indikasi peralihan dana ke emas juga terlihat dari meningkatnya aktivitas investasi emas melalui Pegadaian dan Bank Syariah Indonesia (BSI). Kedua lembaga keuangan tersebut dinilai menjadi tujuan utama masyarakat yang ingin berinvestasi emas karena kemudahan akses layanan, termasuk melalui aplikasi digital.

"Ketika saya tanya ke teman-teman di Pegadaian dan BSI, mereka menyampaikan bahwa minat masyarakat terhadap investasi emas terus bertambah," ujar Aris.

Selain memantau perkembangan dana pihak ketiga, OJK Jember juga terus mengawasi kondisi risiko kredit perbankan. Menurut Aris, indikator kredit bermasalah secara nasional masih berada pada level yang relatif terkendali sehingga stabilitas sektor jasa keuangan tetap terjaga.

Baca juga: Jember Bangkit, Ekonomi Tertinggi Lima Tahun dan PAD Tembus Rp1 Triliun

OJK memastikan akan terus melakukan pengawasan terhadap likuiditas dan kualitas kredit perbankan guna menjaga kesehatan industri jasa keuangan di tengah perubahan pola investasi masyarakat. Perkembangan investasi emas akan menjadi salah satu faktor yang terus dicermati karena berpotensi memengaruhi arus dana yang masuk ke sektor perbankan.

"Ada beberapa informasi yang menyampaikan bahwa dana masyarakat sudah banyak dikonversi ke emas. Itu menjadi salah satu penyebab yang diduga memengaruhi penurunan dana pihak ketiga di perbankan," pungkas Aris Budiman.

Editor : Redaksi

Politik & Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru