SURABAYA (Realita)— Sejumlah advokat muda berkumpul di kawasan Coban Talun, Kota Batu, Jumat, 7 Agustus 2026. Mereka datang dari sejumlah daerah, mulai Surabaya, Gresik, Sidoarjo, Bangkalan, Mojokerto hingga Kepanjen.
Pertemuan itu berlangsung di luar rutinitas mereka sebagai advokat. Bukan persidangan atau perkara hukum yang menjadi agenda utama, melainkan pertemuan antarrekan dalam YLC Solidarity Camp 2026 Batch 1 yang digelar Young Lawyers Committee (YLC) DPC PERADI Surabaya.
Kegiatan tersebut merupakan penyelenggaraan perdana YLC DPC PERADI Surabaya. Perwakilan YLC Pengurus Pusat PERADI Jakarta turut hadir dalam kegiatan itu.
Pertemuan lintas daerah tersebut menjadi kesempatan bagi para advokat muda untuk saling mengenal di luar konteks pekerjaan dan organisasi. Mereka juga bertukar pengalaman mengenai kehidupan profesi yang mereka jalani.
Ketua pelaksana YLC Solidarity Camp 2026 Batch 1, Najwa Septianingsih Manan, mengatakan kegiatan tersebut digagas untuk mempertemukan advokat muda dalam suasana yang lebih informal.
Menurut Najwa, kemampuan dalam menjalankan profesi advokat tidak hanya berkaitan dengan pemahaman hukum. Komunikasi dan kemampuan bekerja sama dengan sesama rekan juga diperlukan dalam menjalankan aktivitas profesi.
“Melalui Solidarity Camp ini, kami ingin menumbuhkan semangat kebersamaan dan kolaborasi di antara advokat muda. Harapannya, hubungan yang terjalin tidak hanya mempermudah koordinasi dalam menjalankan profesi, tetapi juga melahirkan rasa saling mendukung dan menjaga sebagai satu keluarga,” ujar Najwa.
Gagasan tersebut kemudian dirangkum dalam tagline kegiatan, “Masuk sebagai Rekan, Pulang sebagai Keluarga.”
Namun, membangun komunikasi antaradvokat tidak berhenti ketika kegiatan selesai. Hubungan yang terbentuk dalam sebuah pertemuan tetap membutuhkan komunikasi dan kerja sama dalam aktivitas sehari-hari.
Hal itu menjadi salah satu catatan Iing Sholihin Firmansah, perwakilan DPC PERADI Bangkalan yang mengikuti kegiatan tersebut.
Menurut Iing, komunikasi antarsesama advokat muda masih perlu diperkuat. Ia juga menilai empati diperlukan ketika mereka harus bekerja sama.
“Evaluasinya untuk lebih banyak komunikasi, tingkatkan empati untuk bekerja sama,” kata Iing.
Bagi Najwa, kegiatan perdana tersebut setidaknya telah mempertemukan advokat muda dari beberapa daerah. Ia berharap kegiatan berikutnya dapat menjangkau jaringan yang lebih luas.
“Untuk ke depannya, acara perdana ini cukup mencakup banyak advokat muda dari Gresik, Sidoarjo, Bangkalan, Mojokerto dan Kepanjen. Setelah ini harapan saya adalah kegiatan ini mencakup seluruh 97 cabang YLC di Indonesia,” ujar Najwa.
Kehadiran advokat muda dari sejumlah daerah menunjukkan adanya ruang pertemuan lintas wilayah di luar aktivitas persidangan dan pekerjaan. Namun, apakah pertemuan tersebut akan berlanjut menjadi komunikasi dan kerja sama, masih bergantung pada hubungan yang dibangun setelah kegiatan berakhir.
Bagi para peserta, Solidarity Camp di Coban Talun setidaknya menjadi titik temu awal. Setelah kembali ke daerah dan aktivitas masing-masing, komunikasi yang telah dibangun akan menghadapi rutinitas profesi yang sebenarnya.
Di situlah gagasan yang dibawa dalam kegiatan tersebut memulai sebagai rekan dan membangun hubungan lebih erat akan menemukan bentuknya dalam praktik.yudhi
Editor : Redaksi
URL : https://realita.co/baca-50261-perdana-ylc-dpc-peradi-surabaya-gelar-solidarity-camp-2026-batch-1