Layanan Fertilitas Diperluas di Jember, Pemeriksaan Kesuburan Tak Harus ke Surabaya

JEMBER (Realita) - Pasangan yang mengalami kesulitan mendapatkan keturunan di Jember kini memiliki akses pemeriksaan fertilitas yang lebih dekat. Layanan tersebut dikembangkan melalui kolaborasi IHC Rumah Sakit Perkebunan Jember Klinik dengan Morula IVF Surabaya.

Head Division Morula IVF Surabaya, Arik Lisarja, mengatakan layanan fertilitas tidak hanya berkaitan dengan program bayi tabung. Penanganan dapat dilakukan secara bertahap, mulai dari program kehamilan alami, pemeriksaan penyebab infertilitas, inseminasi intrauterine insemination (IUI), hingga rujukan untuk menjalani program bayi tabung apabila diperlukan.

Menurut Arik pemeriksaan menjadi langkah penting karena kesulitan mendapatkan keturunan dapat disebabkan oleh berbagai faktor. Pemeriksaan juga diperlukan untuk mengetahui apakah persoalan kesuburan berasal dari pihak laki-laki, perempuan, atau kombinasi keduanya.

“Banyak masyarakat awam masih belum mendapatkan akses informasi mengenai fertilitas. Pemeriksaan penting dilakukan untuk mengetahui sebenarnya masalahnya ada di mana, apakah dari suami atau istri,” kata Arik, dalam sebuah seminar di Jember, Sabtu (08/08/2026).

Kerja sama layanan fertilitas antara Jember Klinik dan Morula IVF Surabaya telah berlangsung sejak 2022.

Melalui kolaborasi tersebut, layanan di Jember dapat menangani pasien sesuai kapasitas yang tersedia, sementara kasus yang membutuhkan tindakan lebih lanjut dapat dirujuk ke fasilitas di Surabaya.

Arik mengatakan edukasi mengenai kesuburan juga diperlukan karena masih banyak pasangan yang baru mencari pertolongan setelah bertahun-tahun mengalami kesulitan memiliki anak. Melalui konsultasi, pasangan dapat mengetahui kondisi kesuburan sekaligus pilihan penanganan yang sesuai.

“Kesempatan ini bisa menjadi ruang bagi masyarakat untuk mendapatkan informasi mengenai kenapa mereka kesulitan mendapatkan momongan, bahkan setelah 15 atau 20 tahun. Dari pemeriksaan itu bisa diketahui kemungkinan penyebabnya dan langkah yang bisa dilakukan,” kata Arik.

Selain memperluas akses pemeriksaan, Morula IVF Surabaya juga menggelar kegiatan konsultasi dan edukasi fertilitas bagi masyarakat Jember. Arik menyebut pada 2025 terdapat sekitar 430 pasien yang mendapatkan konsultasi dan pemeriksaan USG secara gratis, sedangkan hingga Juli 2026 jumlahnya mencapai sekitar 550 pasien.

Selama 28 tahun beroperasi, Arik menyebut Morula IVF Indonesia telah menjalankan sekitar 150 ribu program bayi tabung. Namun, ia menegaskan layanan fertilitas tidak selalu berakhir pada program bayi tabung karena pilihan tindakan ditentukan berdasarkan kondisi masing-masing pasien.

“Layanan fertilitas itu bukan cuma bayi tabung. Bertahap mulai dari program hamil alami, kemudian IUI, dan kalau memang diperlukan baru ke bayi tabung,” ujar Arik.
Direktur IHC Rumah Sakit Perkebunan Jember Klinik, dr. Anitha Fadilah, mengatakan keberadaan layanan fertilitas di Jember diharapkan dapat mempermudah pasangan yang selama ini harus menempuh perjalanan ke luar daerah untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan.

“Tidak perlu jauh ke Surabaya karena di Jember juga sudah tersedia layanan klinik fertilitas. Kalau ada tindakan yang tidak bisa dilakukan di sini, kami akan melakukan rujukan ke Morula IVF Surabaya,” ujar Anitha.

Menurut Anitha, sejumlah pasangan di Jember telah menjalani penanganan fertilitas, termasuk inseminasi atau IUI. Beberapa di antaranya disebut berhasil mendapatkan kehamilan, sementara pasien dengan kebutuhan penanganan bayi tabung telah dirujuk ke Morula IVF Surabaya.

Anitha menambahkan, pasangan yang mengalami kesulitan mendapatkan keturunan tidak perlu menunda pemeriksaan. Menurutnya, konsultasi lebih awal dapat membantu pasangan mengetahui kondisi masing-masing dan menentukan penanganan yang tepat.
Dengan semakin dekatnya akses layanan fertilitas, pasangan di Jember dan sekitarnya diharapkan tidak lagi menghadapi kendala jarak ketika ingin memeriksakan kondisi kesuburan. Penanganan selanjutnya dapat dilakukan di Jember atau melalui rujukan ke fasilitas yang memiliki layanan lebih lengkap sesuai kebutuhan medis pasien.

“Untuk pejuang garis dua, jangan khawatir dan jangan takut untuk mencoba serta memulai. Harapannya, layanan ini bisa memberikan manfaat dan akses yang lebih luas bagi masyarakat Jember dan sekitarnya,” kata Anitha.rdy

Editor : Redaksi

Berita Terbaru