Formappi Sebut DPR Tak Berdaya, Hanya Cuman Satu Orang Disebut Bisa Menentukan Segala Sesuatu

Reporter : Beby Siahaan
Lucius dalam diskusi Titipan Rakyat (TR) bertajuk “No Drama-Drama, No Setting-Setting!” di Palmerah, Jakarta Barat. Foto: dok Beby

JAKARTA (Realita)– Peneliti Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi), Lucius Karus, melontarkan kritik tajam terhadap kinerja Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI.

Ia menilai parlemen saat ini semakin lemah dalam mengambil keputusan dan dinilai lebih banyak menjadi pelengkap di tengah dominasi satu figur kuat di lingkaran koalisi politik.

Baca juga: Sufmi Dasco Sebut Perpindahan IKN Tertunda Karena Uang, Formappi: Kan, Sejak Awal Karena Uang Toh?

Kritik tersebut disampaikan Lucius dalam diskusi Titipan Rakyat (TR) bertajuk “No Drama-Drama, No Setting-Setting!” di Palmerah, Jakarta Barat. Menurutnya, kekuatan pengambilan keputusan di DPR saat ini dinilai terkonsentrasi pada satu orang, sehingga peran ratusan anggota parlemen lainnya dipertanyakan.

“Kita tahu betul koalisi itu menempatkan satu orang kuatnya di DPR dan orang kuat ini yang kemudian menentukan segala sesuatu,” ujar Lucius dalam diskusi. 

Ia bahkan menyindir keberadaan 579 anggota DPR lainnya yang dianggap hanya menjadi dekorasi apabila keputusan penting pada akhirnya cukup ditentukan oleh suara satu orang.

Baca juga: KPK Tetapkan Sekjen DPR RI Sebagai Tersangka, Formappi: Gak Apa-Apa daripada Gak Sama Sekali

“Jadi bagaimana 579 lainnya itu hanya dekorasi aja, Bro. Dekorasi aja di DPR,” katanya.

Lucius juga menilai lemahnya DPR membuat masyarakat sulit berharap banyak terhadap lembaga legislatif tersebut untuk memperjuangkan berbagai persoalan yang dihadapi warga. Menurutnya, jalur formal melalui parlemen belum tentu mampu menjadi saluran efektif bagi aspirasi masyarakat dalam kondisi saat ini.

Baca juga: Formappi: Semangat Mengusulkan RUU, Tak Berani Mendorong RUU Perampasan Aset

Karena itu, ia mendorong masyarakat untuk terus membangun diskusi publik, menyuarakan kritik, serta memperluas jangkauan aspirasi melalui media sosial. Lucius meyakini tekanan publik yang dilakukan secara konsisten dapat mendorong DPR dan pemerintah agar lebih mendengarkan kehendak rakyat.

“Kalau berharap jalur-jalur resmi melalui DPR, saya kira apa kita lupakan saja dulu untuk tiga tahun ini kali ya,” tandasnya.

Editor : Redaksi

Politik & Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru