JAKARTA (Realita)- Polri mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga persatuan, merawat demokrasi, serta memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Masyarakat juga diimbau untuk menghormati perbedaan, menyampaikan aspirasi secara damai, dan menggunakan media sosial secara bijak serta bertanggung jawab.
Baca juga: Kapolri Pimpin Sertijab Lima Pejabat, Dadang Hartanto Resmi Jabat Kapolda Metro Jaya
Hal itu disampaikan Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko dalam keterangannya kepada awak media di Jakarta, Selasa (27/10).
*Demokrasi Butuh Kedewasaan*
Menurut Trunoyudo, keamanan dan ketertiban merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan partisipasi aktif masyarakat.
"Polri menghormati hak setiap warga negara untuk menyampaikan pendapat dan aspirasi. Kami mengajak masyarakat untuk menyampaikan aspirasi secara damai, tertib, dan bertanggung jawab, serta tetap menghormati hak masyarakat lainnya agar seluruh aktivitas dapat berjalan dengan baik," ujar Trunoyudo.
Ia menegaskan, berbagai aktivitas masyarakat mulai dari kegiatan ekonomi, pendidikan, pemerintahan, hingga kehidupan sosial perlu berlangsung dengan aman dan tertib.
Sikap saling menghormati dinilai penting agar kebebasan menyampaikan pendapat tetap berjalan beriringan dengan terjaganya ketertiban dan kenyamanan masyarakat.
*Waspadai Provokasi di Media Sosial*
Baca juga: Lima Bos Pertahanan dan Keamanan Indonesia, Pamer Kekompakan
Selain menjaga ketertiban di ruang publik, Trunoyudo mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati dalam menyikapi informasi di ruang digital.
Warga diminta memeriksa kebenaran dan konteks informasi sebelum membagikannya serta tidak mudah terprovokasi narasi yang berpotensi memicu kesalahpahaman dan memecah belah persatuan.
"Perbedaan pendapat merupakan bagian dari demokrasi. Yang perlu kita jaga adalah bagaimana perbedaan tersebut disikapi dengan bijak, mengedepankan komunikasi, dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi. Mari kita manfaatkan media sosial secara bertanggung jawab untuk menjaga persatuan," jelasnya.
*Jaga Persatuan Lewat Tindakan Nyata*
Menurut Trunoyudo, menjaga persatuan tidak cukup hanya melalui imbauan, tetapi juga harus diwujudkan dalam tindakan sehari-hari. Hal itu dapat dilakukan dengan menjaga ketertiban lingkungan, menghindari kekerasan, menghargai perbedaan, serta meningkatkan kepedulian terhadap sesama.
Ia menegaskan kolaborasi antara Polri dan masyarakat menjadi salah satu faktor penting dalam menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif.
Di sisi lain, Polri menyatakan akan terus mengedepankan pelayanan yang profesional, humanis, dan persuasif dalam menjalankan tugas.
"Keamanan dan ketertiban bukan hanya menjadi tanggung jawab Polri, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Mari kita jadikan perbedaan sebagai kekuatan untuk membangun bangsa, memperkuat persatuan, dan menjaga Indonesia tetap aman, damai, serta kondusif," pungkasnya.(kik)
Editor : Redaksi