JOMBANG (Realita) - Selama bertahun-tahun, warga Dusun Cepit, Desa Klitih, Kecamatan Plandaan, Kabupaten Jombang, harus menghadapi sulitnya akses jalan menuju permukiman mereka. Jalan tanah berbatu di tengah kawasan hutan jati itu kerap berubah menjadi lumpur ketika musim hujan.
Kondisi tersebut membuat mobilitas warga terganggu. Jalan yang menjadi akses utama menuju pusat kampung itu bahkan sulit dilalui saat hujan turun.
Baca juga: Kirab Pamitan 113 Mahasiswa D4 Poltekad Semarak, Danpoltekad Dampingi Langsung Hingga Alun-Alun Batu
Kini, kondisi tersebut mulai berubah setelah pembangunan jalan rabat beton sepanjang 1.338 meter melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 Kodim 0814 Jombang rampung.
Jalan selebar 3 meter yang sebelumnya berupa tanah kini telah dicor beton. Warga pun dapat menikmati akses yang lebih layak untuk menjalankan aktivitas sehari-hari.
Suripno (57), warga Dusun Cepit, mengaku lega dengan selesainya pembangunan jalan tersebut. Menurutnya, kondisi jalan sebelumnya sangat menyulitkan, terutama ketika hujan mengguyur kawasan tersebut.
"Sebelumnya jalan ini berlumpur kalau hujan. Sekarang sudah dicor jadi jalannya sudah baik," kata Suripno, Jumat (30/10/2026).
Ketua RT 01 RW 06 Dusun Cepit, Taman (50), menyebut terdapat 36 kepala keluarga dengan total 84 jiwa yang tinggal di wilayah tersebut.
Baca juga: Kemanunggalan TNI-Rakyat, Pembangunan Plengsengan Irigasi Jadi Bukti Nyata
Ia mengatakan, jalan tersebut merupakan akses utama warga untuk menuju pusat kampung di Desa Klitih. Selama bertahun-tahun, kerusakan jalan menjadi kendala masyarakat dalam menjalankan aktivitas.
Pembangunan melalui TMMD ke-130 dinilai membawa perubahan bagi warga yang selama ini harus melewati jalan tanah berbatu.
"Sekarang ini jalannya sudah membaik daripada dulu-dulu yang rusak. Saya mewakili masyarakat Dusun Cepit berterima kasih kepada TNI yang sudah membangunkan jalan," ujarnya.
Baca juga: Bukti Nyata Sinergi TNI dan Pemda Bangun Desa Maju dan Tangguh di Sidoarjo
Sementara itu, Dandim 0814 Jombang Letkol Kav Dicky Prasojo mengatakan pembangunan jalan tersebut merupakan salah satu sasaran fisik TMMD ke-130 yang dimulai sejak 13 Oktober 2026.
"TMMD ke-130 kami menargetkan sasaran fisik berupa pembangunan jalan rabat beton sepanjang 1.338 meter. Guna menuntaskan seluruh target fisik dan nonfisik tersebut, sebanyak 150 personel gabungan dari tiga matra TNI," katanya.
Selain pembangunan jalan, program TMMD ke-130 juga mencakup sejumlah sasaran fisik dan nonfisik. Keterlibatan personel TNI diharapkan dapat membantu mempercepat pembangunan wilayah pedesaan, termasuk membuka akses infrastruktur bagi masyarakat di pelosok Jombang.
Editor : Redaksi