Bupati Sidoarjo: 15 Kecamatan Terafiliasi Paham Radikal, Ada Masjid Simpan Senjata

realita.co
Gus Muhdlor.

SIDOARJO (Realita) - Dalam video itu juga disebutkan ada salah satu Masjid di Wilayah Kecamatan Sedati yang dibawahnya menjadi tempat penyimpanan senjata.

Video yang diunggah kanal YouTube TV9 official itu, Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor Ali memberikan pidato pada kegiatan pelantikan pengurus cabang Nahdlatul Ulama Wonoayu, Minggu (6/2).

Baca juga: Terpidana Korupsi Dana Insentif ASN, Gus Muhdlor Eks Bupati Sidoarjo Bebas Bersyarat

Muhdlor mengatakan telah mendapat data akurat bahwa ada lima belas Kecamatan di wilayahnya telah terafiliasi paham radikalisme.

"Datanya akurat. Bahkan, ada salah satu Masjid di Desa Sedati bawahnya dibangun banker untuk penyimpanan senjata," teranganya dalam video yang beredar.

Baca juga: Eks Bupati Sidoarjo, Gus Muhdlor Divonis 4 Tahun 6 Bulan dan Kembalikan Uang Rp1,4 M

Kebanyakan kelompok radikal ini diketahui bukan asli warga Sidoarjo. Meski keanggotaanya masih terbilang sedikit, hal itu menjadi perhatian khusus bagi Bupati Sidoarjo.

"15 Kecamatan itu diketahui ada beberapa Desa yang berstatus kuning maupun merah. Seperti di wilayah Sedati, Balongbendo, Buduran, Gedangan, Candi dan Tarik. Paham radikal ini menyebar dengan cepat melalui masjid dan komplek perumahan," jelas Muhdlor.

Baca juga: Tiga Bupati Berturut-turut Tersangkut Korupsi, Ada Trauma Masyarakat Sidoarjo Tentukan Pilihan

Menanggapi hal itu, Ketua PCNU Sidoarjo Zainal Abidin menekankan bahwa PCNU akan bergerak dan memperkuat Idelogi serta menjaga aset yang dimiliki Nahdlatul Ulama di Sidoarjo.

"PCNU Sidoarjo siap bergerak antisipasi dan memperkuat gerakan menangkal paham radikal yang menyebar di Sidoarjo," tukas Zainal dalam video yang beredar. Hk

Editor : Redaksi

Politik & Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru