PONOROGO (Realita)- Semangat membumikan Kabupaten Ponorogo tak hanya menjadi Kota Budaya, namun juga Kota Santri. Tampaknya terus digelorakan Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko.
Hal sama tampak dilakukan orang nomor satu di Bumi Reyog ini, saat meresmikan Gedung Asrama Arabic Camp di MTS Negeri 6 Ponorogo yang berada di Dukuh Bogem Desa/ Kecamatan Sampung, Jumat (25/02/2022).
Baca juga: Pererat Hubungan Historis, Keraton Surakarta dan Pemkab Ponorogo Jajaki Kerja Sama Pariwisata
Selain takjub dengan bangunan 2 lantai yang diklaim representatif dan modern itu. Kang Giri sapaan akrab Bupati Sugiri Sancoko mengaku bangga dewasa ini lembaga pendidikan di Ponorogo khususnya dibawah naungan Kantor Kementrian Agama ( Kemenag) mulai mewujudkan sistem pendidikan berkarakter pesantren, dimana hal ini merupakan upaya awal mewujudkan Ponorogo Kota Santri.
Baca juga: Raperda PLP2B Disahkan, 9 Hektar Sawah Di Ponorogo Alih Fungsi Jadi KDKMP
" Ini trobosan yang luar biasa dibidang pengajian, tidak hanya diskusi dengan guru juga mentor dari Gontor itu. Saya pengin MTs dan MIN nya ada pesantrennya, sehingga kedepan Ponorogo ini tidak hanya menjadi Kota Santri saja namun pesantren besar, di setiap sudut kota pesantren ini penting. Jadi Kota Santri itu lebih mengena dan diimplementasi nyata bukan kata-kata," ungkapnya.
Sementara itu, PLH Kepala MTSN 6 Ponorogo Mahmud mengaku, bangunan asrama Arabic Camp dibangun pada tahun 2021, dengan anggaran mencapai Rp 5 miliar yang bersumber dari APBN. Di dalam bangunan ini terdiri dari, asrama siswa dan ruang aula. Dengan kapasitas lantai 2 mampu menampung 110 orang, dan lantai dasar memiliki fasilitas 16 kamar, yang masing-masing mampu menampung 8 santri.
Baca juga: Suap Mutasi Diungkap KPK, Ratusan PNS Ponorogo Jalani Profiling ASN dari BKN
" Ini menjawab kebutuhan masyarakat bahwa Ponpes Sabilul Mutaqin ini bisa berkolaborasi dengan MTS dan semakin berkembang," pungkasnya.znl
Editor : Redaksi