Jumat, 30 Sep 2022 WIB

Terlibat Calo, 1 Pejabat Dindik dan 27 Guru P3K Ponorogo Disanksi

Rabu, 21 Sep 2022 12:27 WIB
Terlibat Calo, 1 Pejabat Dindik dan 27 Guru P3K Ponorogo Disanksi

Kepala BKPSDM Ponorogo Andy Susetyo.

PONOROGO (Realita)- Usai menunggu lama, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo akhirnya membeberkan pelaku praktik percaloan rekrutmen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) Guru tahun 2021. 

Tak tanggung-tanggung Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Ponorogo merinci sedikitnya ada 30 pelaku dalam praktik percaloan rekrutmen Guru P3K ini.

Dengan rincian 1 Pejabat fungsional PNS aktif di Dinas Pendidikan (Dindik) Ponorogo berinisial S,  27 Guru P3K dimana 11 diantaranya berperan sebagai kordinator yang diketuai oleh A guru P3K di Kelurahan Mangkujayan Kecamatan Ponorogo, serta dua orang pihak luar yang terdiri dari 1 pensiunan PNS Eselon III Dindik Ponorogo bernisial S, dan 1 broker asal Jombang bernisial D. 

" Dari hasil invesigasi tim selama 25 hari terhadap kasus calo Guru P3K. Kita menemukan ada 30 orang terlibat. Dimana 28 adalah ASN. 1 PNS Fungsional aktif di Dindik, dan 27 Guru P3K," ujar Kepala BKPSDM Andy Susetyo, Rabu (21/09/2022). 

Andi mengungkapkan, terhadap 28 Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkab itu pihaknya menjatuhkan saksi berat hingga ringan. Dimana untuk pejabat fungsional Dindik S di turunkan jabatanya menjadi staff. 

Sementara untuk 3 Guru P3K  disanksi sedang berat berupa pengurangan gaji 5 % selama satu tahun, 9 guru P3K masuk kategori sedang sedang dengan pengurangan gaji 5% selama 9 bulan, dan 15 guru P3K disanksi sedang ringan berupa pemotonga gaji 5 % selama 6 bulan. 

" Untuk PNS kita terapkan sesuai Peraturan Pemerintah nomor 94 tahun 2021. Sedangkan untuk P3K kita terapkan sesuai pasal dalam MOU kontrak kerja yakni tidak berintegritas,"ungkapnya. 

Andy menambahkan, pihaknya hanya menjatuhkan sanksi kepada ASN aktif. Sementara Pensiunan PNS S dan Broker D akan diarahkan ke ranah pidana, bila tidak mengembalikan uang dan ijasah korban. 

"Saat ini uang yang dibawa itu Rp 600 juta. Serta ada 16 ijasah yang dibawa. Untuk D dan S kita minta untuk mengbalikan bila tidak akan kita arahkan ke jalur pidana," pungkasnya. znl