Rutin Safari Politik, Tampak Ketidakpercayaan Diri Puan Maharani

JAKARTA- Safari politik Ketua DPP PDI Perjuangan Puan Maharani jelang Pilpres 2024 belum berhenti. Terbaru, putri Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri itu menemui Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto di Kawasan Monas, Jakarta Pusat, Sabtu (8/10).

Itu kali keempat Puan menemui ketua umum partai dalam kurun waktu dua bulan. Sebelumnya, Puan memulai safari politiknya dengan menemui Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh pada medio Agustus lalu.

Baca Juga: Disebut Peduli Pendidikan, Direktur P3S: Indonesia Bangga Punya Prabowo

Kemudian, pada awal September Puan bertamu ke kediaman Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto di Bogor, Jawa Barat.

Ketua DPR RI itu juga sempat berziarah bersama Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar ke makam Taufiq Kiemas, ayahanda Puan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, akhir September lalu.

Tak hanya itu, Puan juga direncanakan akan bertemu Ketum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) walaupun partai besutan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu belakangan semakin keras mengkritik PDIP hingga Presiden Joko Widodo.

Direktur Eksekutif Political and Public Studies Jerry Massie menilai safari politik Puan itu tak sekadar membangun komunikasi dengan ketum-ketum partai. Ia menyebut ada rasa tidak percaya diri dari Puan memasuki tahun politik 2023 hingga 2024.

"Saya pikir ada juga ketidakpercayaan diri Puan," kata Jerry, Selasa (11/10).

Jerry mengatakan sejak awal Megawati ingin putrinya melenggang dalam Pilpres 2024. Namun, baik Puan dan Mega menyadari bahwa langkah mereka tak mudah.

Jerry mengatakan mereka pasti mempertimbangkan hasil sejumlah survei yang menunjukkan elektabilitas Puan masih di bawah rata-rata calon lainnya.

Jika merujuk sejumlah hasil survei, nama Puan masih di jauh di bawah tiga calon presiden potensial; Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Hasil survei Charta Politika misalnya, menunjukkan Ganjar menempati posisi pertama dengan elektabilitas 31,3 persen dan Anies di posisi ketiga dengan elektabilitas sebesar 20,6 persen.

Baca Juga: Soroti Dirjen Bea Cukai, Jerry Massie: Tak Paham Aturan, Barang Bekaspun 'Dipalak'

Sedangkan Puan berada di posisi keenam dengan tingkat elektabilitas yang selisihnya cukup jauh, yakni 2,4 persen.

Begitu pun hasil Lingkar Survei Jakarta (LSJ), Ganjar dan Anies masih unggul di atas Puan. Meskipun begitu, dalam survei ini disebutkan bahwa Puan mengalami peningkatan elektabilitas.

"Saya kira Puan sudah disetting Megawati sejak lama bertarung di Pilpres, barangkali bisa mengusung Ganjar, tapi untuk jadi wakilnya Puan," ungkap Jerry.

"Tapi, elektabilitas atau memang survei hanya satu indikator saja, tanpa cost and budget," ujarnya menambahkan.

Jerry juga memperkirakan bahwa safari politik Puan ini bertujuan agar skenario hanya dua capres dapat terealisasi.

Baca Juga: Kritisi Penambahan Jumlah Kementerian, Ganjar Diminta Introspeksi Diri

"Sasaran dan tujuannya tak lepas dari harapan PDIP hanya dua capres yang akan bertarung. Jadi, Puan getol membuka komunikasi lewat sowan dan silaturahmi politik," papar dia.

Hal itu diperkuat oleh Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyano yang pernah mengemukakan ide bahwa jumlah pasangan calon presiden dan wakil presiden idealnya hanya dua di Pilpres 2024 mendatang.

Hal tersebut dikatakan Hasto pada akhir Agustus 2022. Menurut Hasto hal ini untuk memastikan Pilpres bisa selesai dalam satu putaran.

Tak berselang lama, SBY lalu menuding ada upaya mengarahkan Pilpres 2024 hanya diikuti dua pasangan calon. Dia menyebut ada kemungkinan pilpres mendatang tidak adil. Atas dasar itu, SBY pun berencana turun gunung guna memastikan Pilpres2024 berjalan jujur dan adil.

"Konon akan diatur dalam Pemilihan Presiden nanti yang hanya diinginkan oleh mereka dua pasangan capres dan cawapres saja yang dikehendaki oleh mereka," tegas SBY.jr

Editor : Redaksi

Berita Terbaru