PONOROGO (Realita)- Pelarangan permainan Lato-Lato yang dilakukan sejumlah daerah di Indonesia, tampaknya juga akan diikuti oleh Kabupaten Ponorogo. Ini setelah Dinas Pendidikan (Dindik) Ponorogo menghimbau pihak sekolah khususnya Sekolah Dasar (SD) untuk melarang permainan yang tengah digandrungi ini di lingkungan sekolah.
Pelarangan ini bukan tanpa alasan. Selain dianggap menimbulkan suara bising, permainan Lato-Lato juga dianggap berbahaya.
" Melarang untuk tidak membawa ke sekolah. Disebelah ada kegiatan belajar mengajar dan satu ruangan bawa 5 atau berapa mengganggu pas jam olahraga. Kadang lepas bisa kena kaca dan tubuh," ujar Kabid Pembinaan SD Dindik Kabupaten Ponorogo, Edy Suprianto, Sabtu (14/01/2023).
Edy mengaku, kerap mendapat laporan dari orang tua siswa sekolah SD, yang terganggu dengan banyaknya siswa yang bermain Lato-Lato disekolah saat menjemput anaknya. Kendati demikian, hingga kini pihaknya belum membuat surat edaran resmi terkait pelarangan Lato-Lato di lingkungan sekolah dasar.
" Ortu yang lapor, ketika menjemput anak-anak bermain, mengganggu suaranya. Surat resmi tidak, himbauan lisan, tidak dibawa ke sekolah," akunya.
Perlu diketahui, 10 Kabupaten/Kota di Indonesia mulai melarang permainan Lato-Lato di lingkungan sekola. Diantaranya, Kabupaten Bandung Barat, Lampung, Kabupaten Bogor, Kota Banda Aceh, Kota Semarang, Banjarmasin, Kabupaten Kubu Layar Kalimantan Barat, Cirebon, Belitung. Tak hanya membuat bising, bahkan hingga menimbulkan korban, ini setelah bola mata sebelah kiri siswa SD di Banyumas pecah dan terpaksa harus dioperasi, kini korban terancam buta mata kirinya.znl
Editor : Redaksi
URL : https://realita.co/baca-15663-bikin-bising-dindik-ponorogo-larang-lato-lato-di-sekolah