Reka Ulang Pembunuhan Kontrakan Ponorogo, Polres: Aksi Direncanakan Sebelumnya

PONOROGO (Realita)- Petugas Polres Ponorogo menggelar reka ulang adegan kasus pembunuhan Purnawirawan TNI AD Sumiran (57) di lokasi kontrakan di Dusun Jatisari RT 002 RW 002  Desa Semanding Kecamatan Jenangan, Selasa (11/07/2023). 

Dengan pengawalan ketat petugas, dua tersangka yakni AAS (16 ) dan JR (21) warga Jambi, melakukan satu persatu adegan ketika membunuh warga Dusun Jombok Desa Pragak Kecamatan Parang Kabupaten Magetan tersebut. 

Baca Juga: Kasus Pembunuhan Pulung Ponorogo, Pelaku Menyerahkan Diri usai Sembunyi di Sawah

Dari pantauan dilapangan, sedikitnya ada 41 adegan yang dilakukan oleh dua tersangka dan korban yang diperankan oleh salah satu petugas Polres Ponorogo. Adegan pertama diawali ketika tersangka AAS terlibat cek-cecok dengan korban, dilanjutkan dengan ketika korban tengah tertidur dan dibekap, lalu dihabisi oleh tersangka JR, hingga korban yang dibungkus karpet dimasukkan ke dalam mobil. Reka adegan ini sendiri dimulai pukul 09.45 hingga pukul 12.15 siang. 

Kapolres Ponorogo AKBP Wimboko mengatakan, ke dua tersangka sempat membetulkan alur adegan dalam skenario yang disusun petugas dari hasil pemeriksaan. Khususnya tentang letak posisi antara korban dan posisi tersangka.

 

" Jadi dari beberapa kali gerakan-gerakan yang disampaikan, beberapa kali memang pelaku mengarahkan ke petugas bahwa adegan ini kurang tepat, yang tepat seperti ini. Posisi tadi yang sebelah kanan siapa yang sebelah kiri siapa," ujarnya. 

Baca Juga: Kasus Pelemparan Bus Persepa, 8 Suporter Persepon Ponorogo Diamankan

Wimboko mengaku dalam reka ulang, pihaknya menemukan fakta baru ada unsur perencanaan dalam kasus pembunuhan Sumiran. Ini lantaran sejumlah alat yang digunakan untuk membunuh Sumiran telah disiapkan sebelumnya. Sayang Wimboko enggan membeberkan alat apa yang dimaksud, pun dengan bagaimana ke dua tersangka menghabisi nyawa Sumiran juga tidak disebut secara spesifik. 

"Kami juga mengembangkan ini ke pasal 340 KUHP. Karena ada perencanaan sesaat selang waktu, dari pelaku untuk mempersiapkan alat dan skenario. Untuk apa yang membuat korban tewas Itu nanti dari hasil otopsi yang dapat membuktikan hal tersebut," akunya. 

Tak hanya itu, pihak juga menemukan fakta, kedua tersangka berusaha menghilangkan bukti dengan mengepel ceceran darah korban. 

Baca Juga: Rochmad Bagus Apriyatna Pembunuh Mahasiswi UBAYA Dituntut 19 Tahun Penjara

" Iya, memang mencoba dihilangkan bukti pembunuhan itu, dengan cara dipel. Kita sudah cocokkam semua," bebernya. 

Usai menggelar reka ulang adegan pembunuhan di Kontrakan Semanding, Polres Ponorogo berencana akan melakukan reka ulang adegan pembuangan jenasah korban di tol Ngawi (di bawah jembatan layang ruas Tol Solo-Ngawi Kilometer 557, tepatnya Desa Widodaren Kecamatan Widodaren.red). 

Proses reka ulang kasus pembunuhan ini pu mengundang perhatian dari warga setempat. Bahkan, puluhan warga berjubel untuk melihat wajah dua tersangka tersebut. znl

Editor : Redaksi

Berita Terbaru

Ini 15 Manfaat Chia Seed Untuk Kesehatan

SURABAYA (Realita). Manfaat chia seed telah sangat populer untuk mengoptimalkan kesehatan tubuh. Hal ini karena biji-bijian imut ini ternyata memiliki beragam …