Sukses Program Kesehatan Reproduksi, Kenya dan Bangladesh Belajar di Kota Madiun

MADIUN (Realita) – Hari pertama kunjungan kerja delegasi Republik Kenya dan Bangladesh ke Kota Madiun langsung mendengarkan sejumlah paparan dari Wali Kota Madiun, Maidi di gedung GCIO, Senin (18/9/2023). Pemaparan ini menyangkut tentang keberhasilan Kota Madiun dalam program keluarga berencana (KB) dan kesehatan reproduksi.

"KB kita cukup berhasil dan pencegahan pernikahan dini juga rendah. Sehingga Kota Madiun ditunjuk Pemerintah Indonesia menjadi tuan rumah kunjungan kerja Delegasi Republik Kenya dan Bangladesh,” kata Maidi usai membuka kegiatan pelatihan delegasi dua negara tersebut di GCIO Diskominfo Kota Madiun, Senin (18/9/2023).

Baca Juga: Pemkot Madiun Klaim Angka Stunting Lebih Rendah dari SKI

Delegasi Republik Kenya dan Bangladesh tertarik dengan keberhasilan Kota Madiun dalam hal pengendalian penduduk. Termasuk upaya penurunan angka stunting. Sehingga setelah selesai kunjungan ini, nantinya akan diterapkan di dua negara tersebut.

“Dan untuk ibu hamil selalu kita rawat, sehingga bayi lahir tidak ada yang stunting. Kemudian pasca bersalin itu kesadaran KB masyarakat luar biasa, sehingga anak yang dilahirkan itu unggul," ujarnya.

Keberhasilan Kota Madiun pada program keluarga berencana dan kesehatan reproduksi ini, lanjut Maidi, diharapkan kedepannya dapat melahirkan anak yang berkualitas. Pun, SDM juga harus unggul sebagai upaya Pemkot Madiun menyiapkan generasi emas di tahun 2045.

"Kelebihan di Kenya apa, kekurangan kita dimana, itu nanti akan kita diskusikan di Kota Madiun," tambahnya.

Kota Madiun Jadi Center Of Excellence Program KB

SEMENTARA itu, Deputi Bidang Pelatihan, Penelitian dan Pengembangan (Lalitbang) BKKBN RI, Prof. drh. M.Rizal Martua Damanik yang hadir dalam acara tersebut mengatakan, Kota Madiun menjadi center of excellence atau pusat keunggulan keberhasilan program KB. Untuk itu Kota Madiun mewakili Indonesia ditunjuk sebagai tuan rumah kunjungan kerja delegasi Kenya dan Bangladesh guna menimba ilmu soal program KB dan kesehatan reproduksi.

"Sekarang ini delegasi dari Kenya yang dipimpin Kepala BKKBN-nya ingin melihat secara langsung mengenai praktik KB pasca persalinan dan kesehatan reproduksi. Dan Jatim itu salah satu center of excellence kita dari BKKBN dan di Jatim ada Kota Madiun sebagai salah satu center of excellence di bidang kesehatan," ujarnya.

Rizal menyebut, sinergi yang selama ini dibangun antara pemerintah pusat dan daerah ini dalam hal kesehatan reproduksi membuahkan hasil. Yaitu Indonesia mendapat penghargaan tertinggi dunia dalam bidang Kependudukan, The 2022 United Nations Population Award (UNPA) atau Penghargaan Dunia di Bidang Kependudukan tahun 2022.

"Sejak saat itu banyak negara yang tertarik dan minat ingin belajar tentang KB di Indonesia," tuturnya.

Baca Juga: Siapkan Bibit Atlet Berbakat, Pemkot Madiun Gelar O2SN

Kunker delegasi Kenya dan Bangladesh di Kota Madiun ini kedepan tak hanya soal kesehatan. Melainkan dapat dikerjasamakan di aspek lain, terutama potensi lokal yang ada di Kota Madiun.

"Kita harus bisa memanfaatkan kunjungan ini untuk aspek lain. Insya Allah bisa berjalan dengan lancar," pungkasnya.

Ditempat yang sama, Ketua Delegasi Kenya, Muhamed Abdikadir Syeich menuturkan, Indonesia memiliki pusat keunggulan atau center of excellence di berbagai bidang, termasuk dalam program KB. Karena itu Kenya ingin belajar di Kota Madiun. Pun, dalam kunjungannya ini, pihaknya membawa delegasi dari bidang terkait, mulai dokter, perawat, kader di komunitas, dan delegasi dengan latar belakang terkait untuk mempelajari KB pasca lahir.

"Jadi Kenya memilih untuk belajar KB pasca lahir. Ini dirasa menjadi kebutuhan oleh Kenya," ujarnya.

Menurut Syeih, penurunan stunting menjadi penting dan prioritas bagi Republik Kenya untuk mempelajari selama berada di Kota Pendekar. Tak lupa ia juga berterima kasih kepada Walikota Madiun, Maidi dan jajaran atas sambutannya untuk delegasi Kenya dan Bangladesh.

"Terima kasih yang sebesar-besarnya atas keramahtamahan yang luar biasa dari Indonesia untuk Kenya. Dan penyambutan ini luar biasa," kata dia.

Baca Juga: Cegah Konflik Sosial, Pemkot Madiun Gelar Rakor Bersama TNI-Polri

 

Selama di Kota Madiun, ia dan rombongan akan belajar banyak hal. Ilmu yang nantinya didapat dari Kota Madiun akan diterapkan di negaranya.

 

"Indonesia ini bangsa yang luar biasa. Suatu hari dapat berkunjung ke Kenya karena disana banyak potensi dan kami harap ini menjadi penguat kerjasama kedua negara," pungkasnya.

Diketahui, selama di Kota Madiun, rombongan akan mengunjungi beberapa lokasi hingga Jum'at (22/9/2023) mendatang. Di antaranya RSUD Kota Madiun, Kampung KB Sejahtera Kelurahan Klegen, Edu Park Ngrowo Bening, Puskesmas Sukosari, Lapak Bumi Semendung dan berapa titik lain.adv/adi

Editor : Redaksi

Berita Terbaru