BEM Unnes: Puan Maharani, 'Queen of Ghosting'

SEMARANG- Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa Universitas Negeri Semarang (BEM KM Unnes) turut memberikan julukan bagi beberapa pejabat negara untuk mengkritisi kinerja pejabat-pejabat tersebut dalam memimpin pemerintahan belakangan ini.

Mereka menjuluki Wakil Presiden Ma'ruf Amin sebagai 'King of Silent'. 

Tak hanya Ma'ruf, BEM Unnes juga memberikan julukan bagi Ketua DPR Puan Maharani sebagai 'Queen of Ghosting'. Mereka menilai pelbagai produk legislasi yang dihasilkan di tengah pandemi tidak berparadigma kerakyatan dan tidak berpihak pada kalangan rentan.

"Contohnya UU KPK, UU Minerba, UU Omnibus Law Ciptaker dan seterusnya, serta tidak kunjung disahkannya RUU PKS yang sebetulnya cukup mendesak dan dibutuhkan pengesahannya," ungkap mereka.

Selain itu, BEM Unnes juga menjuluki Presiden Jokowi sebagai 'King of Lips Service'. Julukan senada juga sempat diberikan oleh BEM UI terhadap Jokowi untuk mengkritisi kebijakan pemerintah selama ini.

Menurut BEM Unnes, Jokowi kurang becus dalam melaksanakan tugasnya sebagai presiden dan mengingkari janji politiknya. Hal tersebut dikarenakan perbandingan antara janji dan fakta yang dikemukakan Presiden Jokowi kontradiktif satu sama lain.

"Misalnya perihal utang negara, komitmen terhadap demokrasi dan penanganan pandemi. Meskipun tampak pemerintah melaksanakan tugas dengan semaksimal mungkin, akan tetapi fakta menunjukan hal-hal yang seringkali kontradiktif dan paradoksal," ujar mereka.

Presiden Jokowi sendiri sebelumnya telah mempersilakan mahasiswa dan pihak manapun mengkritik pemerintah termasuk dirinya. Jokowi berkata kritik adalah bagian dari dinamika demokrasi.

Meski demikian Presiden mengingatkan dalam kritik, ada hal yang perlu diperhatikan, terutama sopan santun dalam cara menyampaikan.nn/ins

Editor : Redaksi

Berita Terbaru