Kemenkeu Jawa Timur: Kontribusi Jatim Secara Nasional Sebesar 14,22%

SURABAYA (Realita) - Perwakilan Kementerian Keuangan Provinsi Jawa Timur gelar Press Conference APBN KiTa Regional Jawa Timur sampai 31 Januari 2023 di Aula Majapahit GKN Surabaya 1 dan melalui Zoom Meeting.

Kegiatan ini dihadiri Kepala Kanwil Pajak Jatim 1 sekaligus Kepala Perwakilan Kementerian Keuangan Jawa Timur, Sigit Danang Joyo, Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Jawa Timur, Taukhid, Perwakilan Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, dan Prof. Rudi Purwono.

Baca Juga: Sigit Danang Joyo Jabat Kepala Perwakilan Kemenkeu Jatim 2024

Taukhid mengatakan, pertumbuhan ekonomi Jawa Timur Triwulan IV-2023 sebesar 4,69% (yoy), sedikit melambat dibandingkan Triwulan III-2023. Namun demikian, Jawa Timur tetap menjadi kekuatan Ekonomi Ke-2 di Pulau Jawa dengan kontribusi 24,99% dan secara nasional berkontribusi sebesar 14,22% dari total PDB Indonesia di Triwulan IV-2023.

Investasi di Jatim konsisten tumbuh. Secara tahunan, total investasi Jawa Timur sampai akhir 2023 mencapai Rp145,10 triliun dan tumbuh sebesar 29,85% dibandingkan tahun 2022.

Pada triwulan IV-2023 sebesar Rp45,04 triliun, tumbuh 15,78% (q-to-q) dan 43,87% (y-on-y), yang terdiri dari PMA sebesar Rp24,33 triliun, tumbuh 50,19% (q-to-q) dan 70,69% (y-o-y). Sedangkan PMDN sebesar Rp20,71 triliun, tumbuh 21,45% (y-o-y) tapi terkontraksi -8,77% (q-to-q).

Tingkat Inflasi Jatim pada Januari 2024 sebesar 2,47% (y-on-y), namun terjadi Deflasi 0,10% (m-to-m) dan 0,10% (y-t-d). Peristiwa yang mempengaruhi inflasi antara lain pada makanan, minuman, dan tembakau yang memiliki andil paling tinggi terutama beras karena cuaca yang tidak menentu dan rusaknya jalan menyebabkan kurangnya pasokan beras disejumlah wilayah.

Sedang Sigit Danang Joyo menyampaikan, realisasi pendapatan negara mencapai Rp21,65 triliun atau 7,73% dari target sebesar Rp279,95 triliun. Secara nominal turun -6,97% dibandingkan periode yang sama TAYL.

Dari sisi Penerimaan Pajak telah tercapai realisasi sebesar 8,45% (Rp10,36 triliun) dari target Rp122,36 triliun. Sedangkan Penerimaan Kepabeanan dan Cukai mencapai 7,13% (Rp10,84 triliun) dari target (Rp152 triliun), dan realisasi PNBP mencapai 8,38% (Rp0,45 triliun) dari target (Rp5,33 triliun).

Untuk Belanja Negara sampai 31 Januari 2024 telah terserap Rp11,67 triliun atau 9,09% dari pagu belanja negara di Jawa Timur sebesar Rp128,36 triliun. Kinerja belanja negara ditopang oleh penyerapan belanja K/L sebesar Rp2,01 triliun atau 4,19% dari total pagu Rp 47,99 triliun, dan realisasi Trasfer Ke Daerah (TKD) mencapai Rp9,66 triliun atau 12,02% dari total pagu TKD sebesar Rp80,36 triliun.

Secara keseluruhan, APBN di Jawa Timur sampai 31 Januari 2024 menunjukkan kinerja yang baik ditunjukkan dengan capaian surplus hingga Rp9,98 triliun atau 6,59% dari target surplus di angka Rp151,59 triliun.

Realisasi Pendapatan APBD Konsolidasian se-Jatim sampai 31 Januari 2024 Rp12,51 triliun (9,86%) dari Target TA 2024 sebesar Rp126,86 triliun, mengalami pertumbuhan baik persentase (69,32%) maupun nominal (69,07%) secara year-on-year (yoy).

Baca Juga: Investasi di Jatim Sampai Triwulan III-2023 Capai 90%

Sedangkan Belanja APBD Konsolidasian se-Jatim sampai 31 Januari 2024 telah terealisasi Rp3,19 triliun atau 2,32% dari Alokasi TA 2024 sebesar Rp137,69 triliun yang didominasi oleh komponen Belanja Pegawai dengan proporsi 61,41%.

Surplus APBD sampai 31 Januari 2024 tercatat sebesar Rp9,32 triliun, dengan Pembiayaan Bersih sebesar minus Rp0,63 triliun, sehingga SILPA sampai 31 Januari 2024 sebesar Rp8,69 triliun. Disebutkan pula, Saldo Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) sampai akhir Januari 2024 sebesar Rp17,08 triliun.

Dipaparkan pula Current Issue Kemenkeu Satu Jawa Timur. Pertama, Kredit Program. Sampai 31 Januari 2024, penyaluran Kredit Program mencapai Rp2.753,25 miliar kepada 52.154 Debitur, terdiri dari penyaluran KUR sebesar Rp2.746,48 miliar kepada 50.636 debitur, UMI sebesar Rp6,77 miliar kepada 1.518 debitur.

Penyaluran KUR tumbuh positif. Jumlah debitur KUR meningkat 282,97% dan nilai nominal KUR juga mengalami peningkatan sebesar 5.331,26%. Sementara dalam penyaluran UMi, jumlah debitur terkontraksi -88,52%, dan nominal penyaluran UMi juga terkontraksi sebesar -86,54%.

Reviu Penyaluran TKD. Sampai 31 Januari 2024, Transfer ke Daerah tercapai realisasi Rp9,66 triliun (12,02% dari alokasi Rp80,36 triliun, mengalami pertumbuhan impresif mencapai 96,55% hampir mencapai 100% dibandingkan capaian tahun yang lalu. Pertumbuhan ini ditopang oleh pertumbuhan DAK Fisik dan Dana Desa.

Penyaluran DAK NON FISIK BOSP (pendidikan) telah tersalurkan seluruh Tahap I (50% BOSP Reguler) di Januari 2024. Ini merupakan penyaluran tercepat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya dimana Januari belum ada realisasi.

Baca Juga: Kemenkeu Jatim dan Polda Perkuat Sinergi dan Kolaborasi

TKD berkontribusi sebesar 77,21% pada Total Penerimaan APBD di Jawa Timur hal ini menunjukan ketergantungan daerah terhadap penyaluran TKD ini masih cukup besar, sehingga harus memperkuat penerimaan dari PAD, dan Pendapatan Daerah Lainnya.

Beberapa Isu terkait penerimaan negara di Jawa Timur. Turunnya harga komoditas, Sikap wait and see pengusaha akibat pemilu, menahan investasi pasca pemilu, Penerapan PMK 168 yang akan memindahkan penerimaan PPh 21 masa Desember 2023 ke Januari 2024,
Potensial loss akibat dari pemusatan pembayaran WP cabang, Kenaikan tarif cukai dan harga jual eceran yang berakibat penurunan produksi.

Bea Cukai (DJBC). Capaian penerimaan Cukai terkontraksi sebesar 15% (yoy). Penyebab utama dikarenakan kenaikan tarif CHT yang membuat produksi rokok sampai November 2023 menurun 3,7% (yoy), namun sebenarnya hal ini merupakan sinyal positif, karena tujuan Negara menerapkan cukai telah tercapai yaitu untuk mengendalikan konsumsi rokok yang berdampak pada peningkatan kesehatan masyarakat.

Produksi rokok Januari 2024 tumbuh 2,1 M batang atau setara 21,7% dibanding Januari 2023. Pertumbuhan produksi ini baru dapat dirasakan dampaknya dari sisi penerimaan CHT pada bulan Maret 2024, dampak dari pemberian fasilitas penundaan pembayaran CHT 60 hari.

Penerimaan PNBP dari pengelolaan BMN dan Piutang Negara sampai Januari 2024 dengan rincian Realisasi pokok lelang Kanwil DJKN Jatim mencapai Rp451.779.732.830,- atau 10.56% dari target Rp. 4.279.720.000.000,-, Realisasi PNBP Lelang sebesar Rp 9.910.268.058,- atau 8,79 % dari target Rp 112.706.000.000,-, Realisasi PNBP Pengurusan Piutang Negara Rp5.072.278,00 atau 2.37% dari target Rp214.000.000,-, Realisasi PNBP Aset Rp 3.968.532.541 atau 3,58% dari target Rp 110.914.000.000,-. gan

Editor : Redaksi

Berita Terbaru