SURABAYA (Realita) - Turut prihatin kondisi Surabaya atas dampak Covid-19, BPJS Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK) Surabaya Raya (Surabaya Karimunjawa, Surabaya Rungkut, Surabaya Darmo dan Surabaya Tanjung Perak) terpanggil untuk kembali menggelontorkan bantuan dan santunan serta beasiswa.
Bantuan berupa masker dan multivitamin serta santunan Jaminan Kematian (JKM) dan beasiswa itu secara simbolis diserahkan Asisten Deputi Direktur Bidang Kepesertaan Wilayah BPJAMSOSTEK Jawa Timur, Andrey J Tuamelly, kepada Walikota Surabaya Eri Cahyadi, di halaman Balai Kota Surabaya, Jumat (23/7/2021).
Dalam acara ini hadir Kepala Kantor Cabang BPJAMSOSTEK Surabaya Karimunjawa, Indra Iswanto, Kepala Kantor Cabang BPJAMSOSTEK Surabaya Rungkut, Rudi Susanto, dan hampir semua Kabid dari 4 Kantor Cabang BPJAMSOSTEK di Surabaya.
Bantuan yang diberikan berupa masker medis sebanyak 180.000 picis dan multivitamin sebanyak 36.000 butir. Bantuan tersebut diperuntukkan masyarakat Surabaya guna meminimalisir penularan virus Covid-19.
Sedangan santunan JKM diserahkan kepada ahli waris 8 peserta BPJAMSOSTEK yang telah meninggal dunia, yang masing-masing mendapatkan Rp 42 juta.
Tidak hanya itu, bersamaan ini anak-anak mereka - maksimal 2 anak dari setiap peserta yang telah meninggal dunia - yang tengah menempuh pendidikan mulai TK hingga Perguruan Tinggi juga diberikan beasiswa. Tercatat ada 11 anak yang hari ini menerima beasiswa.
Andrey menjelaskan, bantuan dalam bentuk masker dan multivitamin untuk masyarakat Surabaya ini diharapkan bisa meminimalisir penularan virus Corona, sehingga angka pasien Covid-19 di Surabaya tidak terus bertambah.
"Ini salah satu bentuk kepedulian BPJAMSOSTEK Surabaya Raya pada warga Surabaya agar terus menjaga protokol kesehatan, selalu memakai masker, dan menjaga imun dengan mengkonsumsi multivitamin, sehingga tidak gampang terkena Covid-19," ujar Andrey.
Selain itu, dalam kesempatan ini BPJAMSOSTEK Surabaya Raya juga menyerahkan santunan JKM dan beasiswa kepada ahli waris peserta BPJAMSOSTEK yang telah meninggal dunia. "Beasiswa ini sangat penting sekali bagi anak-anak pekerja yang telah meninggal dunia, supaya pendidikan mereka terus berjalan lancar meski telah ditinggal tulang punggung keluarga," kata Andrey.
Kepala Kantor Cabang BPJAMSOSTEK Surabaya Karimunjawa, Indra Iswanto, mengatakan, beasiswa tersebut diberikan kepada 11 anak dari 8 peserta BPJAMSOSTEK yang telah meninggal dunia. Kesebelas anak tersebut, 1 TK, 1 SD, 2 SMP, dan 7 SMA.
Sesuai Permenaker, terang Indra, beasiswa diberikan pada 2 anak peserta BPJAMSOSTEK yang meninggal dunia, mulai dari TK sampai S1 yang total maksimalnya bisa mencapai Rp 174 juta. Beasiswa diberikan pertahun. Untuk TK dan SD sebesar Rp 1,5 juta, SMP Rp 2 juta, SMA Rp 3 juta, dan Perguruan Tinggi Rp 12 juta.
"Harapan kami dengan bantuan masker medis dan multivitamin serta santunan dan beasiswa yang kami serahkan kepada Walikota Surabaya untuk warga Kota Surabaya ini dapat membantu ketahanan mereka dalam menghadapi pandemi Covid. Dan, semoga wabah Covid segera hilang secepatnya dari wilayah Kota Surabaya, sehingga kota ini bisa menjadi zona yang lebih aman untuk bekerja," ujar Indra serius.
Kepala BPJAMSOSTEK Surabaya Rungkut, Rudi Susanto, menambahkan, kolaborasi antar Kantor Cabang BPJAMSOSTEK Surabaya Raya ini merupakan bentuk kepedulian bersama dalam membantu pencegahan penularan Covid-19 di Kota Surabaya. "Semoga pasien Covid di Surabaya tidak terus bertambah, Pandemi segera berakhir, dan kita bisa kembali bekerja normal," tandasnya.
Walikota Surabaya, Eri Cahyadi, menyatakan sangat mengapresiasi kepedulian BPJAMSOSTEK Surabaya Raya yang telah bergotong royong membantu penangangan Covid-19. Dia menegaskan, santunan JKM dan beasiswa sudah langsung diberikan kepada yang berhak, yakni para ahli waris peserta BPJAMSOSTEK, sedangkan bantuan lain berupa masker dan multivitamin juga segera diberikan kepada masyarakat Surabaya yang membutuhkan.gan
Editor : Redaksi