Pastikan Standar Peralatan

PLN Selesaikan Pemeliharaan Jaringan SUTT untuk Keandalan Suplai Listrik di Surabaya Barat

SURABAYA (Realita)- Menyediakan kelistrikan yang andal memenuhi kebutuhan listrik masyarakat Jawa Timur menjadikan PLN Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) terus bertransformasi seiring dengan komitmen perusahaan dengan pelayanan optimal kepada pelanggan.

Disampaikan Amiruddin, General Manager PLN UIT JBM, pemantauan sistem transmisi memang dilakukan rutin untuk mendeteksi kondisi peralatan berfungsi optimal menjalankan fungsinya. “Sistem transmisi ini ibarat jalan nasional, jadi sangat penting untuk dipelihara keandalannya karena suplai listriknya menjangkau wilayah yang sangat luas. Pemantauan rutin dilakukan, sehingga petugas dapat bergerak cepat jika terdapat peralatan yang terindikasi anomali”, ujar Amiruddin.

Baca Juga: Dorong Hilirisasi, PLN Pasok Daya 170 MVA Smelter PT Freeport Indonesia di Gresik

Amiruddin menyebut PLN berhasil menyelesaikan pekerjaan setelah terdeteksi adanya anomali. “Menjaga sistem transmisi ini tidak ada liburnya, setiap hari (sistem transmisi) dipantau. Hari ini (18/5), tim Pemeliharaan Jaringan ULTG (Unit Layanan Transmisi dan Gardu Induk) Gresik berhasil melakukan resetting arching horn pada 10 tower di jalur SUTT (Saluran Udara Tegangan Tinggi) 150 kV Sambikerep – Waru. Petugas segera merespon cepat setelah terindikasi anomali dan berhasil menyelesaikannya. Menyelesaikan pekerjaan menjadi komitmen PLN memastikan sistem transmisi tetap andal penuhi kebutuhan pelanggan, utamanya akhir pekan begini”, terang Amiruddin sampaikan komitmen perusahaan.

Baca Juga: Dukung Penggunaan Energi Ramah Lingkungan, PLN-KLHK Resmikan SPKLU Hingga Konvoi Motor Listrik

Selanjutnya, Amiruddin jelaskan fungsi peralatan sebagai bagian dari menjaga sistem transmisi terus andal. “Arching horn ini sebagai media pengaman isolator yang berfungsi melepas muatan lebih akibat over voltage yang disebabkan oleh terpaan petir dijaringan SUTT. Dilakukannya resetting arching horn isolator ini langkah preventif karena dari pemantauan ukurannya sudah tidak sesuai dengan standar yang berlaku yaitu 75%-85%. Sementara kondisi yang terdeteksi eksistingnya 110 cm (61%) dengan asumsi panjang isolator sejumlah 12 keping adalah 180cm menjadi 145 cm (80%), kondisi ini bisa merupakan dampak cuaca ekstrem”, papar Amiruddin.

Baca Juga: Tingkatkan Kualitas Layanan Listrik di Surabaya hingga Madura Jelang Idul Adha

Amiruddin kemudian menambahkan rampungnya pekerjaan kembali memastikan kondisi sistem transmisi tetap aman. “Peralatan kembali berfungsi optimal menjalankan fungsinya memastikan keandalan jaringan SUTT 150kV Sambikerep – Waru yang meyuplai pelanggan di Wilayah Kota Surabaya Bagian Barat terutama pusat perbelanjaan yang menjadi destinasi akhir pekan bersama keluarga” pungkas Amiruddin.pln

Editor : Redaksi

Berita Terbaru