Atasi Banjir Kawasan Pandugo, Pemkot Surabaya Perlebar Saluran dan Koneksikan Rumah Pompa

SURABAYA (Realita)- Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan bahwa penanganan banjir di Kota Pahlawan, tidak bisa hanya dilakukan secara parsial. Menurut dia, solusi efektif harus melibatkan koneksi antar saluran drainase dan rumah pompa di wilayah sekitarnya.

"Tidak bisa menyelesaikan banjir di sini (satu titik), penyelesaiannya hanya di sini. Jadi menyelesaikan di sini juga harus narik ke sana (terkoneksi saluran lain). Jadi saluran itu terkoneksi," jelas Wali Kota Eri Cahyadi, Rabu (29/5/2024).

Baca Juga: Tingkatkan Layanan Kesehatan Preventif, Pemkot Surabaya Resmikan 153 Pustu ILP

Salah satu contoh yang ia sebutkan adalah di kawasan Pandugo, Kelurahan Penjaringansari, Kecamatan Rungkut, Surabaya. Penanganan banjir di sana tidak bisa hanya diatasi dengan cara normalisasi dan memperlebar saluran.

Wali Kota Eri menjelaskan bahwa saluran air di Jalan Raya Pandugo, dulunya tidak terkoneksi. Makanya saat sidak di kawasan itu pada Selasa (21/5/2024) lalu, ia meminta proyek pelebaran saluran di sana sekaligus dikoneksikan dengan Rumah Pompa Kedung Asem.

"Makanya saluran tak buat lebar, dulu saluran itu tidak terkoneksi, setelah Rusunawa berhenti. Padahal di Kedung Asem, ada rumah pompa. Di sini (Pandugo) itu (saluran) berhenti, langsung masuk ke saluran kecil," paparnya.

Oleh karena itu, Pemkot Surabaya melakukan langkah konkret dengan menghubungkan saluran di Pandugo dengan Rumah Pompa Kedung Asem yang berada di Jalan Raya Kendalsari.

"Makanya di Jalan Raya Pandugo, (saluran) langsung tak gandengno (koneksikan) dengan Rumah Pompa Kedung Asem. Jadi ketarik airnya," terangnya.

Baca Juga: Kisah Inspiratif Ibu di Surabaya: Ubah Pola Asuh, Selamatkan Anak dari Speech Delay Berkat SOTH

Selain itu, Wali Kota Eri juga meminta instansi terkait untuk mengkoneksikan saluran air Pandugo ke rumah pompa Jalan Medokan Asri. Artinya, aliran air dari Jalan Raya Pandugo juga diarahkan menuju Graha YKP dan masuk ke Rumah Pompa Pandugo.

"Jadi kayak gitu. Kalau (menyelesaikan) banjir, tidak bisa hanya mengeruk (normalisasi saluran). Itu tidak bisa (menyelesaikan)," imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya, Syamsul Hariadi menyampaikan, ada sekitar 200 paket pekerjaan saluran di Kota Pahlawan yang berfungsi untuk penanganan banjir. Saat ini progres pekerjaan saluran sudah mencapai sekitar 80 persen.

Baca Juga: Tata Kawasan Kota Lama, Pemkot Surabaya Tertibkan Puluhan Tiang Utilitas Provider di Jalan Karet

"Ada sekitar 200 desk (pekerjaan) genangan yang diminta Pak Wali selesai di bulan Mei. Ini pekerjaan sudah mencapai sekitar 80 persen," kata Syamsul.

Karena itu, Syamsul meminta masyarakat atau pengguna jalan untuk bersabar dengan potensi kemacetan karena adanya pekerjaan saluran. Ia pun mengingatkan manfaat jangka panjang dari pembangunan saluran itu untuk menyelesaikan genangan.

"Kalau kita manage dengan baik, nanti seperti di Banyu Urip. Di Banyu Urip dulu saluran kumuh (banjir), jalan macet, kita box culvert, setelah itu lancar sampai sekarang," pungkas dia.ys

Editor : Redaksi

Berita Terbaru

22 Perusahaan di Jawa Barat Gulung Tikar

BANDUNG - Sekitar 22 perusahaan sektor padat karya di Jawa Barat dikabarkan telah tutup. Perusahaan tersebut merupakan bagian dari 42 perusahaan yang tergabung …

Jerman Hujani Skotlandia dengan Gol, 5-1

MUNICH - Timnas Jerman membuka Piala Eropa 2024 dengan pesta gol ke gawang Skotlandia. Die Nationalmannschaft menang telak 5-1. Jerman vs Skotlandia jadi laga …