UMKM Mendominasi Nilai Investasi di Sumenep

SUMENEP (Realita) - Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo menyebut 95% nilai investasi di Kota Keris disumbang dari sektor Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Selama 3 tahun terakhir nilai investasi terus meningkat.

Diketahui pada 2021, nilai investasi Sumenep Rp 1,1 triliun. Kemudian naik menjadi Rp 1,7 triliun pada 2022. Sementara pada 2023, nilainya tembus Rp 2,1 triliun.

Baca Juga: TP PKK Sumenep Beri Sosialisasi Pencegahan Perkawinan Anak dan Stunting

"Gambarannya dari nilai investasi. Tahun 2022 itu Rp1,7 dan di 2023 itu Rp 2,1 triliun. Dari Rp 2,1 triliun itu 95% dari UMKM," ungkap Bupati Fauzi.

Fauzi menjelaskan, data 95% nilai investasi dari sektor UMKM berdasarkan nomor induk berusaha (NIB). Disamping itu juga pesatnya pertumbuhan UMKM di Kabupaten Sumenep.

"Pertumbuhannya cukup pesat, pada tahun lalu pertumbuhannya mencapai 4%. Empat persen itu dari 10% artinya pertumbuhannya sangat pesat," jelasnya.

Sebab itu, ia mengajak pelaku UMKM di Kabupaten Sumenep memasukkan produknya ke katalog elektronik (e-Katalog). Sehingga bisa meningkatkan daya saing dan pemasaran produk lokal secara lebih luas.

Baca Juga: Tingkatkan Ekonomi Kerakyatan, Bupati Sumenep Libatkan Pelaku UMKM di Setiap Event

“Sekarang serba memakai e-Katalog pada setiap kegiatan pemerintah. Ketika sudah bergabung, maka penyelenggara cukup memilih di e-Katalog untuk kebutuhan kegiatan," tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sumenep Abd. Rahman Riadi, menyampaikan peningkatan nilai investasi di Sumenep ini terjadi, salah satunya, karena Pemkab Sumenep telah mempermudah sistem perizinan bagi warga yang hendak membuka usaha di wilayah tersebut.

“Kemudahan mengurus izin usaha menjadi salah satu faktor penyebab mengapa investasi di Sumenep terus meningkat,” katanya.

Baca Juga: Pemkab Sumenep Targetkan 2 Juta Kunjungan Wisatawan, 104 Event Siap Digelar Tahun Ini

Terus meningkatnya nilai investasi ini disebut berdampak positif ke sejumlah sektor. Di antaranya mengurangi pengangguran terbuka di Sumenep.

”Semakin banyak investasi yang masuk, tentu akan membuka banyak peluang kerja. Makanya, ini akan terus kami maksimalkan ke depan,” ujarnya.haz

Editor : Redaksi

Berita Terbaru